Hujan Tak Goyahkan Antusiasme, Perayaan 3 Dekade Tipe-X Berubah Jadi Pesta Massa di Gambir Expo

SuaraJakartaCo – Perayaan 30 tahun Tipe-X dalam konser “tigadekadeberdanska” di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2025), menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Hujan deras yang mengguyur sejak sore justru menyatukan ribuan penonton dalam satu suasana: bertahan, bernyanyi, dan merayakan perjalanan tiga dekade band ska legendaris itu.

Bukan hanya konser, momen itu berubah menjadi perayaan solidaritas antara band dan penggemarnya. Penonton tak beranjak, meski sebagian harus menepi sejenak untuk memakai jas hujan atau melindungi peralatan rekaman pribadi.

“Saya sudah nunggu momen ini dari lama, masa gara-gara hujan pulang? Justru jadi lebih greget,” ujar Galang (27), penonton asal Bekasi yang datang sudah sejak pukul 16.00 WIB.

Sebelum Tipe-X naik panggung, deretan band pembuka—The Suitcase Bandits, Smokeguns, Restsky, Agafia, dan Slowly Project—menjadi penyemangat awal. Karakter musik mereka yang beragam mampu mengalihkan perhatian penonton dari rintik hujan yang sesekali makin deras.

Memasuki malam, tiga co-headliner Monkey Boots, Orind, dan Ska Revolution menghadirkan energi yang membuat penonton kembali memadat. Hentakan ska dan punk yang mereka suguhkan membuat area konser berubah menjadi arena dansa besar.

“Paling seru justru ketika becek-becekan. Semua orang nge-dance tanpa peduli sepatu kotor. Ini pengalaman langka,” kata Nadia (23), penonton asal Tangerang.

Seiring bergantinya penampilan, area festival makin sesak. Banyak penonton yang baru tiba malam hari langsung berbaur tanpa ragu. Sorakan pecah ketika Tipe-X akhirnya muncul, membuka pentas dengan nomor-nomor hits yang telah menjadi bagian dari hidup banyak orang selama puluhan tahun.

Begitu Genit dan Sakit Hati dimainkan, ribuan penonton kompak bernyanyi dari awal sampai akhir. Di beberapa sisi panggung, terlihat penonton dari generasi berbeda berdiri berdampingan—dari remaja hingga mereka yang tumbuh besar bersama lagu-lagu Tipe-X akhir 90-an.

“Ini bukan sekadar konser ulang tahun. Ini reuni besar antara Tipe-X dan para pendengarnya. Susah nemu momen kayak gini lagi,” ucap Doni (34), penonton yang datang dari Bogor.

Meski hujan tak benar-benar berhenti sejak sore, suasana tetap kondusif. Lampu panggung, visual, serta aransemen spesial yang disiapkan Tipe-X membuat malam itu terasa monumental.

Konser “tigadekadeberdanska” menegaskan bahwa Tipe-X bukan sekadar band ska yang bertahan tiga dekade, tetapi juga fenomena budaya yang membangun komunitas kuat. Hujan, becek, dan dingin tak mampu memecah semangat ribuan penggemar yang memilih tetap tinggal hingga lagu terakhir dimainkan.

Related Articles

Latest Articles