Grup Religi HASNA Rilis “Shalawat Badar”, Perkuat Tren Musik Religi Nasional

SuaraJakartaCo, jakarta— Grup religi lintas generasi HASNA resmi merilis single perdana berjudul “Shalawat Badar” pada Jumat (30/1). Kehadiran karya ini menambah deretan musik religi yang kembali mendapat perhatian publik seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap konten spiritual bernuansa reflektif.

HASNA beranggotakan enam perempuan, yakni Natasha Pramudita, Iranty Purnamasari, Inez Yuana, Vinny Alvionita, Nana Tamam, dan Evo Meirita. Seluruh personel merupakan alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta yang berkomitmen menghadirkan karya musik bernuansa religius sebagai medium pengingat dan penyejuk batin.

Dalam konferensi pers di Jakarta, para personel HASNA menyampaikan bahwa “Shalawat Badar” diposisikan sebagai doa yang dikemas dalam balutan musik sederhana dan mudah diterima lintas generasi.

(foto: rr). “Shalawat Badar bukan hanya sebuah lagu, tetapi doa. Kami berharap shalawat ini bisa menjadi teman ibadah, pengingat, sekaligus penyejuk hati bagi siapa pun yang mendengarkannya,” ujar perwakilan HASNA.

Dalam wawancara terpisah bersama awak media di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan, personel HASNA menjelaskan bahwa proses kreatif lagu ini lahir dari diskusi santai namun penuh perenungan.

“Kami sering bertemu dan berdiskusi santai. Dari suasana sederhana itu justru muncul kejujuran rasa. Kami ingin shalawat ini terdengar dekat, tidak menggurui, tetapi mengajak,” ujar Natasha Pramudita.

Ia menambahkan, aransemen yang minimalis dipilih agar pesan spiritual tetap menjadi fokus utama.

“Kami sengaja menjaga aransemen tetap sederhana. Harmonisasi vokal kami harapkan bisa memperkuat suasana khusyuk tanpa mengalihkan makna doa,” kata dia.

Perilisan “Shalawat Badar” juga hadir di tengah tren musik religi nasional yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya terbatas pada momen Ramadhan, karya religi kini semakin sering dirilis sepanjang tahun dengan pendekatan yang lebih segar, kolaboratif, dan inklusif bagi pendengar muda.

Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya kehadiran lagu-lagu shalawat, dzikir, serta musik bernuansa spiritual di platform digital, yang dikemas dengan aransemen modern tanpa meninggalkan esensi religiusnya. Musik religi pun tidak lagi sekadar menjadi pelengkap momentum keagamaan, melainkan bagian dari gaya hidup reflektif masyarakat urban.

Keunikan “Shalawat Badar” versi HASNA terletak pada harmonisasi vokal lintas generasi yang dipadukan dengan aransemen syahdu. Pendekatan ini membuat karya tersebut mudah diterima oleh berbagai segmen pendengar, baik generasi muda maupun dewasa.

Melalui karya ini, HASNA berharap dapat mengajak masyarakat untuk sejenak menenangkan hati, memperbanyak dzikir, serta menumbuhkan kembali kerinduan kepada Rasulullah SAW di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.

Pemilihan “Shalawat Badar” sebagai single perdana didasari oleh nilai historis dan spiritual yang kuat. Shalawat ini dikenal luas di kalangan umat Islam sebagai doa yang sarat makna perjuangan, keikhlasan, serta harapan akan keberkahan.

Dengan perilisan ini, HASNA berharap musik religi tetap relevan dan mampu menjadi bagian dari perjalanan spiritual masyarakat Indonesia, sekaligus menghadirkan ruang refleksi di tengah kehidupan yang semakin cepat dan dinamis.

Memasuki bulan suci Ramadhan, “Shalawat Badar” diharapkan dapat menjadi pengiring ibadah, sarana memperbanyak dzikir, serta penguat suasana khusyuk bagi umat Islam dalam menjalani rangkaian ibadah puasa.

Single ini juga menjadi penanda semangat HASNA untuk terus menghadirkan karya-karya religi yang menyejukkan dan membumi.

Single “Shalawat Badar” kini telah tersedia dan dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital.

Related Articles

Latest Articles