SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Alasan Kenapa Toko Online Yang Mengaku Dari Batam Bikin Trauma Masyarakat

SuaraJakarta.co – Penipuan berbasis online nampaknya masih banyak terjadi. Baik di Jakarta ataupun di daerah. Herannya, penipuan itu selalu awalnya mengaku dari Daerah Batam.

Toko online yang berasal dari Batam biasanya memasarkan produk elektronik dengan harga sangat murah. Selain itu ada juga yang jual beli karpet dan lain sebagainya.

Awalnya, mereka menginvite pin BlackBerry Messenger (BBM) kita. Entah dari mana mereka mendapatkan pin itu. Kemungkinan besar dari sosial media ataupun random. Kemudian mereka langsung mem-broadcast (bc) produknya dengan harga sangat murah.

Siapa yang tidak tertarik mendapatkan barang bagus harga murah. Tapi tidak dengan para korban ini, justru mereka sangat trauma dan takut. Kemudian langsung menghapus kontak toko online dari Batam.

Hingga saat ini, ternyata korban penipuan toko online yang mengaku berasal dari Batam merasa trauma dengan jual beli online. Korbannya tidak sedikit. Setiap kali ada orang yang menebar iklan melalui sosial media mengaku kantornya di Batam, langsung di tolak. Pasalnya, dugaan penipuan itu sangat kuat.

Berikut ini adalah hasil observasi di sosial media tentang pendapat masyarakat mengenai toko online dari Batam. Tanggapannya sangat beragam.

Misalnya komentar dari akun facebook Ros Pupung, “Jangan pernah percaya pada toko online dari Batam, mereka adalah penipu berat.

“Iya benar, pernah jadi korban. Hiks hiks.” timpal Yona Succes.

“Jangan pernah percaya sama toko online, khususnya dari Batam. Ibeth Mariibeth juga pernah ngalamin uang sudah masuk dan meyakinkan sudha kirim lewat JNE ga tahunya bohong. Hati-hati dengan orang Batam, bohong besar. Kalau bisa didelete aja” kata Ibeeth Mariibeth yang juga pernah menjadi korban penipuan.

BACA JUGA  Tahapan Menyucikan Diri Jelang Ramadhan

Selain itu, datang juga komentar dari BBM. Dari Ernawati mengatakan bahwa suaminya pernah menjadi korban penipuan dari toko online dari Batam.

“Sama kakak, suami ku juga gitu. Uang sudah dikirim tapi hapenya ga dateng” katanya.

“Sama dong om, saya juga pernah ketipu. Beli hape udah ditransfer, katanya tinggal tunggu dua hari, setelah itu suruh bayar pajak, beuuuh ampe saiki tak kunjung tiba,” ujar Sumaenah binti pasha.

Masyarakat perlu hati-hati mengenai transaksi online. Alangkah baiknya dicek terlebih dahulu. Jika meragukan dan mencurigakan, lebih baik ditinggalkan. (JML)

Related Posts

Leave a Reply