Site icon SuaraJakarta.co

Yuk Kelola Aset Agar Bisnis Kita Awet

Foto: IST

Bisnis memiliki sejumlah aset yang digunakan untuk beroperasi setiap harinya. Aset didefinisikan sebagai sumber nilai ekonomi. Hal ini sering membingungkan dan memakan banyak waktu untuk mempertahankan, memperbarui dan menjual Aset. Waktu dan uang sering kali terbuang tanpa sistem yang tepat untuk mengelola aset-aset ini. Sebagai contoh, aset bisa tidak tercatat, ‘undervalued’ atau ‘overvalued’. Di sinilah peran konsep manajemen aset dibutuhkan. Manajemen aset adalah proses pengelolaan pembelian, operasi, pemeliharaan, peningkatan, dan penjualan aset. Sistem manajemen aset memungkinkan tugas-tugas ini untuk selesai dengan menggunakan sistem yang sesuai sehingga dapat menghemat waktu dan uang Anda sebagai pengusaha maupun karyawan.

Salah satu fitur utama Jurnal yang terbaru adalah Manajemen Aset bisnis. Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan aset mereka baik aset lancar dan aset tidak lancar. Perusahaan juga dapat mengontrol dan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aset sehingga dapat digunakan untuk membuat perencanaan bisnis dan menganalisa histori laporan keuangan.
Salah satu alat utama dalam fitur manajemen aset di Jurnal adalah Status Aset.

Status aset dibagi menjadi 3 bagian:

  1. Aset Tertunda
  2. Aset Aktif
  3. Aset Dijual / dilepas

Status aset memungkinkan dalam pengelolaan aset bisnis secara lebih baik; rencana pembelian di masa depan, waktu yang tepat untuk menjual serta pemeliharaan aset umum. Pengusaha dapat memperoleh gambaran yang lengkap dari aset yang mereka miliki, baik yang telah dijual ataupun aset yang perlu dibeli. Alat utama lain dari fitur manajemen aset adalah penyusutan aset. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki nilai aset yang tepat untuk laporan, perencanaan dan penjualan.
Dua metode penyusutan adalah:

1. Metode Saldo Menurun

Metode saldo menurun atau ‘reducing balance method’ mengurangi aset dengan persentase setiap tahun. Oleh karena itu jumlah yang lebih besar akan disusutkan di tahun pertama dan akan terus mengecil pada setiap tahun berikutnya sampai mencapai nilai sisa.

2. Metode Garis Lurus

Sedangkan metode ini digunakan untuk menghitung aset terdepresiasi tergantung pada jenis dan nilai aset atau bagaimana sebuah laporan bisnis terlihat dalam laporan keuangan dan pajak. Metode garis lurus atau ‘straight line method’ mengurangi aset pada tingkat bunga tetap setiap tahun sampai aset tersebut telah mencapai nilai sisa.

Perbedaan 2 metode tersebut dapat dilihat secara grafik di gambar berikut:

Cloud Accounting: Fitur “Manajemen Aset” untuk Pengaturan Aset Anda!
Salah satu perusahaan penyedia layanan akuntansi cloud di Indonesia adalah Jurnal, platform akuntansi online berbasis komputasi cloud. Dengan Jurnal, Anda dapat mengakses laporan keuangan Anda secara real time dimana pun dan kapan pun Anda berada.

Exit mobile version