Site icon SuaraJakarta.co

Headline Harian Nasional 4 Februari 2015, KLB Demam Berdarah Meluas

Headline Harian Nasional 4 Februari 2015, KLB Demam Berdarah Meluas

Headline Harian Nasional 4 Februari 2015, KLB Demam Berdarah Meluas

“Disarankan Mensesneg Mengundurkan Diri, BG Maju Terus Pantang Mundur” Judul harian Rakyat Merdeka hari ini. Senada dengan apa yang ditulis Indopos sebagai judul headline beritanya. “Istana Minta BG Legowo Mundur”. Harapan itu disampaikan oleh Mensesneg Pratikno. Ungkapan yang langsung dibantah keras oleh kuasa hukum BG yang mengatakan kalau BG mundur terkesan tidak gentle. Harapan ini juga sempat muncul dari tim 9 melalui Jimly Asshidiqi yang mengatakan akan jadi mudah untuk semua bila BG mundur.

Selain tuntutan mundur pada BG, kedua harian ini juga memberitakan kesibukan presiden menerima tamu kemarin. Presiden mengundang Panglima TNI beserta Kasad, Kasal dan Kasau. Beserta mereka juga diundang Pangkoostrad, Danjen Kopasus, Kopaska dan Kopaskhas. Hadir juga Menhan, Kepala Staff Kepresidenan dan Menkopolhukam. Semua berkumpul dalam bungkus makan siang bersama.

Media Indonesia pun menulis isu yang sama dalam headline beritanya. “Presiden tinggal Tunggu Waktu Yang Tepat”. Mengutip Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, MI menuliskan bahwa presiden menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan sikapnya. Bisa sebelum atau sesudah pra peradilan BG selesai. Selain itu MI juga memberitakan seperti apa yang ditulis Rakyat Merdeka dan Indopos. Yakni tamu tamu yang berkunjung ke Istana dan anjuran Mensesneg Pratikno agar BG mundur. Kuasa hukum Budi menjawab soal ini dengan mengatakan Jokowi cuci tangan dengan permintaan mundur atas Budi. Karena sesungguhnya sekarang bola ada di tangan Jokowi.

Kompas menulis isu yang sama dangan mengutip dari wapres Jusuf Kalla yang mengatakan pemerintah akan taat pada asas hukum. Kalla mengakui soal polri ini dilematis. Melantik salah, tidak melantik juga salah. Oleh karena itu akan menunggu hasil dari pra peradilan. Statemen JK berbeda dengan apa yang disampaikan mensesneg Pratikno yang meminta BG untuk mundur. Kompas juga memberitakan terkait tamu tamu presiden. Termasuk pertemuan Jokowi dengan para pimpinan partai yang mengusungnya saat pilpres lalu. Tampak salah satu diantaranya pimpinan PDIP Megawati yang mengenakan baju hitam ditengah tengah yang lain yang mengenakan pakaian batik. Kompas menulis berita ini dengan judul “Istana Belum Satu Suara”.

Koran Sindo menulis lebih banyak peristiwa dalam satu tulisan headline. Dengan judul “Diperiksa 11 Jam BW Dicecar 140 Pertanyaan”. Laporan ini terkait dipanggil dan diperiksanya pimpinan KPK Bambang Widjojanti oleh bareskrim polri atas tuduhan mengarahkan kesaksian palsu. Dengan didampingi kuasa hukumnya, dari seluruh pertanyaan, ada 12 pertanyaan yang tidak bersedia dijawab oleh BW. Pemeriksaan berakhir pukul 23.30 WIB. Harian ini juga menulis tentang tamu tamu presiden, anjuran mundur Pratikno kepada BG, keyakinan polri bahwa Abraham Samad akan menjadi tersangka dan kunjungan tim (9) independen ke KPK dan Polri.

Terakhir dari Republika yang masih setia dengan isu kesehatannya. Republika mengingatkan pembacanya tentang bahaya DBD dengan memberi judul “KLB Demam Berdarah Meluas”. Pertamaa di Lampung dengan diumumkannya status KLB di Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Sementara di Jawa Timur kembali bertambah dua wilayah berstatus KLB. Yaitu kabupaten Sampang dan Blitar. KLB di Jatim sudah mencapai 25 wilayah kab/kota. Di Jabar, peningkatan kasus DBD terjadi di empat kecamatan di Sukabumi. Di Sleman DIY, meski telah ditemukan beberapa kasus DBD, belum meningkat menjadi KLB karena jumlah kasus masih lebih sedikit dari periode yang sama tahun lalu. Peningkatan kasus DBD juga terjadi di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan.

Demikian. Semoga bermanfaat.
Penulis: Muhammad Hilal | @moehiel

Exit mobile version