Site icon SuaraJakarta.co

Headline Harian Nasional 24 Desember 2014

Headline Harian Nasional 24 Desember 2014
Ilustrasi. (Foto: M. Hilal)
Sebelum liburan, mari kita temani kopi pagi ini dengan menyimak apa saja yang menjadi perhatian utama beberapa harian nasional.

“Tolak Sesi Wawancara Calon Hakim Konstitusi: Karier Hamdan Tamat”. Demikian judul headline Rakyat Merdeka hari ini. RM Menulis tentang “gugurnya” Hamdan dari bursa seleksi hakim konstitusi. Ketua Panitia Seleksi Hakim Konstitusi, Saldi Isra mengatakan bahwa Hamdan dianggap telah menarik diri karena menolak untuk mengikuti proses tahapan seleksi. Hamdan sendiri menjawab hal ini dengan mengatakan sebagai seorang negarawan, dan sekaligus menjaga kehormatan Mahkamah Konstitusi, pantang baginya meminta –minta jabatan. Hamdan menganggap rekam jejaknya sudah cukup menggambarkan kelayakannya.

Kita ke harian Republika yang memilih isu energi sebagai headlinenya. Republika memberi judul “impor BBM Jangan Ditambah”. Republika menulis tentang wacana penghapusan BBM RON 88 (Premium) dan menggantinya dengan RON 92 (Pertamax). Menteri Keuangan mensyaratkan hal ini tidak menambah volume impor. Pertimbangan lainnya adalah kesiapan kilang minyak pertamina dalam menyediakan pretamax yang masih jauh dari kebutuhan riil. Waktu lima bulan yang diberikan oleh Tim Reformasi Tata Kelola Migas kepada pertamina untuk menyiapkan kilang dinyatakan terlalu pendek oleh Anggota DPR Kurtubi. Dibutuhkan paling tidak tiga tahun untuk meningkatkan kemampuan kilang, dan lima tahun untuk membuat kilang baru. Republika memilih foto dipulangkannya 494 TKI ilegal dari malaysia.

Harian Kompas memilih isu lingkungan dan ekonomi untuk headline beritanya. Khususnya banjir yang melanda Aceh beberapa hari terakhir. Di Aceh Timur, genangan banjir merendam seribu hektar sawah dan mengakibatkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Di Aceh tamiang, kerugian mencapai 13 M akibat rusaknya sawah yang terendam banjir. selain itu banjir juga mengganggu jalur transportasi antar kota di Aceh. Kompas juga menulis tentang Banjir di Jawa Barat yang mulai meluas. Setelah kabupaten Bandung, kini Pangandaran, Cianjur dan Karawan turut tergenang. Di kabupaten Bandung, jumlah warga terdampak sekitar 16 ribu orang dan 36 ribu rumah. Beberapa pabrik menghentikan operasi karena banyak karyawannya terkena dampak banjir. Selain di Aceh dan Jabar, beberapa daerah di Jawa Tengah juga terkena banjir. Khususnya Cilacap dan Kab Magelang. Selain itu banjir juga terjadi di Kab Banjar Kalsel dan Bandarlampung Lampung. Foto besar di halaman depan, kompas memilih tema natal dengan menampilkan aktifitas menghias gereja di Jakarta.

“Buka Peluang Liberalisasi BBM, Berubah Jadi Kebencian” adalah judul yang dipilih Indopos untuk headline berita hari ini. Mengutip Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean, Pemerintah diingatkan untuk berhati hati atas imbasnya. Penghapusan premium bisa menjadi pintu masuk liberalisasi BBM di Indonesia. Dalam undang-undang, hanya premium yang diperbolehkan untuk disubsidi. Namun tidak demikian dengan pertamax. Pertamina melalui dirutnya Dwi Soetjipto mengaku siap mendukung rekomendasi tersebut bila demi kebaikan nasional.

Media Indonesia mengutip Direktur Pemasaran PT Pertamina, Ahmad Bambang sebagai judul headline beritanya: “4 Tahun untuk Hapus Premium”. Waktu lima bulan dianggap tidak cukup untuk persiapan teknis penghapusan ini. Mengingat saat ini infrastruktur pertamina masih belum memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan BBM Indonesia. Sudirman Said, Menteri ESDM telah meminta Pertamina menyiapkan tindak lanjut dari tim reformasi tata kelola migas. Daryatmo dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengaku telah merekomendasikan penggunaan pertamax sejak 10 tahun lalu. Perlu edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan pertamax. Media Indonesia memilih foto dengan tema keamanan natal dengan gambaran polisi yang sedang melakukan proses sterilisasi di salah satu gereja di Surabaya.

Terakhir dari Koran Sindo dengan judul “Pertamina Minta Penghapusan Premium Bertahap”. Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang , menyatakan bahwa Pertamina siap namun meminta dilakukan secara bertahap. Pertamina harus menyiapkan infrastruktur kilang, tangki dan kapal pengangkut. Rencana ini juga perlu melalui kajian mendalam terkait dampaknya pada konsumsi bahan bakar. Bambang juga mengingatkan soal persaingan dengan badan usaha migas lain (asing?) karena Bambang melihat tanggung jawab Pertamina lebih besar dibandingkan yang lain. Termasuk soal pajak. Bambang juga mengkritisi terlalu mudahnya SPBU asing beroperasi di Indonesia. Berbeda dengan di luar negeri yang selain diwajubkan membangun infrastruktur, juga turut menanggung stok BBM nasional negara tersebut.

Soal bertahap, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan gas bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng menilai sebaliknya. Bahwa penghapusan premium tidak perlu bertahap karena teknisnya tidak sulit. Pengamat Energi Marwan Batubara mengingatkan pemerintah penghapusan premium akan mengancam pertamina dan menguntungkan asing. Marwan berharap pemerintah tidak mentah-mentah mengimplementasikan rekomendasi.

Demikian kurang lebih rangkuman headline berita harian nasional hari ini. Semoga bermanfaat.
Selamat berlibur, hati hati bagi yang hendak berpergian ke luar kota. Jangan lupa oleh olehnya buat tetangga kanan kiri.

Penulis: Muhammad Hilal | @moehiel

Exit mobile version