Tahukah Kamu Manfaat ASI?

ASI memberikan banyak manfaat baik untuk bayi maupun untuk ibu lho. ASI juga memberikan zat gizi yang optimal. Selain itu, ASI memiliki jumlah zat gizi yang tepat, mudah dicerna, dan selalu tersedia setiap saat. Namun pemberian ASI, khususnya ASI Ekslusif di Indonesia masih rendah. Terbukti seperti yang tercatat pada Dinas Kesehatan provinsi tahun 2013, cakupan pemberian ASI 0-6 bulan hanyalah 54.3% (Pusdatin 2015).

Selama 6 bulan pertama, bayi hanya membutuhkan ASI. Mengapa seperti itu? Karena ASI menyediakan seluruh makananan maupun cairan yang dibutuhkan oleh bayi selama enam bulan pertama. Jadi, Ibu tidak perlu memberikan tambahan apapun termasuk air putih kepada bayi selama 6 bulan pertama.

Pada saaat bayi lahir, bayi memiliki lambung yang sangat kecil sehingga tidak dapat menampung banyak asupan. Banyak ibu memberikan air putih dengan alasan sang bayi rewel karena merasa haus, namun Ibu tidak perlu khawatir, bahkan dalam cuaca yang panas, ASI dapat memuaskan dahaga bayi. Air, cairan lain dan makanan selain ASI yang diberikan pada 6 bulan pertama dapat menyebabkan bayi sakit. Selain itu, bayi akan menjadi malas menyusu dan jumlah produksi ASI ibu akan menurun. Jadi, ASI saja sudah cukup memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi secara sempurna.

Hari pertama setelah melahirkan, Ibu akan menghasilkan kolostrum yaitu cairan kental dan kekuningan. Kolostrum ini mengandung protein yang tinggi dan rendah gula serta kaya akan senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, kolostrum juga mengandung immunoglobin A, yaitu sebagai antibodi yang dapat mencegah atau melawan penyakit pada bayi.

Masih banyak manfaat lainnya dari ASI, yaitu mengurangi resiko infeksi dan berbagai penyakit, mendukung berat badan yang sehat dan mencegah obesitas, mempengaruhi perkembangan otak dan mengurangi resiko masalah belajar. Sedangkan Manfaat bagi sang Ibu, dapat terhindar dari resiko osteoporosis, kanker payudara dan kanker ovarium. Pada saat menyusui, Ibu membakar kalori sebanyak 200-250 perhari yang dapat membantu menurunkan berat badan Ibu setelah kehamilan.

Penulis: Ira Widya Zahara, Departement of Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, Bogor Agricultural University

Sumber:
Ip S, Chung M, Raman G. 2009. A summary of the Agency for Healthcare Research and Quality’s evidence report on breastfeeding in developed countries. 1:S17-30
Hurley WL, Theil PK. 2011. Perspectives on immunoglobulins in colostrum and milk. 3(4):442-74
Read LC et al. 1984. Changes in the growth-promoting activity of human milk during lactation. 18(2):133-9.
Ballard O, Morrow AL. 2013. Human milk composition: nutrients and bioactive factors. 60(1):49-74
Unicef. Paket konseling : Pemberian makanan bayi dan anak

Leave a Reply