Site icon SuaraJakarta.co

Sepakbola Dan Kegelisahan Imam Nahrawi

anak sepak bola indonesia

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

SuaraJakarta.co – KEPUTUSAN Kementerian Olahraga Dan Pemuda (Kemenpora) Imam Nahrawi membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) beberapa hari yang lalu mendapat respon beragam dari masyarakat, ada yang setuju dan ada yang tidak. Bagi yang setuju, keputusan Imam dianggap langkah yang tepat, karena selama ini banyak masalah ditubuh PSSI yang dianggap sudah akut. Salah satunya adalah pengaturan masalah skor pertandingan.

Hal senada juga diungkapkan oleh mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid disalah satu media. Terkait pembekuan PSSI Nurdin menyatakan dukungan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Menurut Nurdin, organisasi yang pernah dipimpinnya tersebut patut disalahkan terkait kisruh sepak bola nasional satu pekan terakhir.

Sedangkan bagi yang tidak setuju, keputusan Menpora membekukan PSSI dianggap akan menghambat kelangsungan kompetisi klub-klub peserta Indonesia Super League (ISL), pemain, pelatih, ofisial, serta para sponsor.

Terlepas dari pro dan kontra, keputusan Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI patut dipahami secara mendalam. Karena sebelum ada pembekuan PSSI, jauh-jauh hari Menpora mencurahkan kegelisahannya tentang dunia sepakbola Indonesia di salah satu media. Kegelisahannya tersebut seputar tentang kurang efektifnya tata kelola sepakbola Indonesia yang dianggap sebagai pemicu merosotnya prestasi.

Lebih jauh Menpora menegaskan bahwa “Tata kelola olahraga sebagai hal penting karena menjadi dasar dari pengorganisasian olahraga, dari mulai aspek pembinaan, manajemen organisasi, keuangan, hingga kompetisi. Kesimpulan saya: tanpa tata kelola yang baik, tidak akan ada prestasi yang baik.”

“Persoalan tata kelola juga sering muncul dalam pengelolaan kompetisi. Padahal tanpa kompetisi yang tata kelolanya baik, akan sulit mengharapkan datangnya prestasi yang bagus. Kompetisi sebagai kawah candradimuka para atlet mesti dikelola dengan iklim yang bagus dan manajemen yang baik. Inilah yang sesungguhnya menjadi persoalan sepakbola Indonesia, khususnya terkait penyelenggaraan kompetisi ISL.” Ujar Menpora.

Jika menyimak apa yang menjadi kegelisan Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) diatas. Maka kebijakannya membekukan PSSI bukanlah sesuatu yang harus ditolak, akan tetapi kebijakan tersebut harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi. Karena keputusan tersebut diambil untuk membenahi olahraga sepakbola agar menjadi lebih baik. Selain itu masyarakat juga harus melihat permasalahan ini dengan jernih, agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan ingin memancing di air yang keruh. Bravo sepakbola Indonesia !!

Penulis: Imron Mahrus

Exit mobile version