Site icon SuaraJakarta.co

Hari Dokter Nasional, Harapan Rakyat untuk Dokter

Tanggal 24 Oktober di peringati sebagai Hari Dokter Nasional. Menjadi momen untuk melakukan evaluasi pengabdiannya terhadap Bangsa Indonesia dalam ranah kesehatan terhadap dokter di Indonesia baik dokter dokter yang sudah mengabdikan pada negeri ini maupun mereka mereka yang masih sebagai mahasiswa mahasiswi kedokteran.

Dokter adalah sosok yang berpengaruh terhadap aspek kesehatan dalam suatu Negara. Terutama untuk orang-orang yang menderita sakit. Peran dokter sangat besar untuk kesembuhan pasien pasien. Walau demikian dokter sebagai sarana untuk perantara penolong untuk menyembuhkan seseorang, sejatinya Tuhanlah yang menentukan seseorang itu sehat/sakit.

Mengenai kinerja dokter di Indonesia, masih terdapat pro dan kontra. Di kota-kota besar, layanan kesehatan sudah mengalami peningkatan sehingga dokter dokter bekerja sesuai profesionalnya dan terus di awasi dengan masyarakat. Sebab masyarakat sudah mengalami pencerdasan dengan media media, sehingga tak perlu lagi hanya sebagai pasien yang pasif. Dengan demikian mutu dokter sebagai pelayan dan pemberi kesehatan makin ditingkatkan.

Banyak daerah yang sudah memiliki akses berobat 24 jam berkat adanya klinik-klinik terdekat. Ini membantu masyarakat untuk selalu meningkatkan taraf kesehatannya. Dan tak heran jika dalam 1 daerah terdapat beberapa klinik. Selain itu, membangkitkan para dokter untuk segera juga membuka lahan praktiknya agar ilmu yang di dapatkan dapat diabdikan untuk masyrakat.

Lain kota lain dengan daerah terpencil. Di daerah yang tenaga kesehatannya masih sangat minim memberikan dampak bahwa tingkat kesehatan masih rendah, banyaknya penyakit yang seharusnya dapat di cegah namun karena tindakan yang terlambat harus di tangani serius. Penegtahuan kesehatan masih sangat dibawah sehingga perlunya evaluasi dari pemerintah pusat untuk serta merta memperhtikan mutu kesehatan di daerah yang minim tentang pengetahuannya. Banyak masyarakat yang tidak tahu menahu soal pentingnya kesehatan dan bahaya penyakit-penyakit.

Daerah terpencil memang minim tenaga kesehatan terutama dokter. Padahal dokter di daerah terpencil sangat di butuhkan perannya. Namun jarang sekali sosok dokter yang benar benar mengabdi pada negaranya terutama mengabdi di daerah terpencil. Tak tahu bagaimana niat seseorang melih dokter, tapi sebagai rakyat terutama rakyat terpencil meninjau kembali untuk apa tiap tahun banyak lulusan kedokteran namun kesehatan desa terpencil dianggap hal yang tak penting. Ini evaluasi bahwa hak rakyat untuk mendapat pelayanan kesehatan harus di tegakkan. Agar tercipta masyarakat madani yang sehat. Dan sebagai dokter, kami sebagai rakyat memohon untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik tanpa pamrih.

Sebagai penutup, ada kata kata dr.Lie Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV “ kalau kamu jadi Dokter, jangan memeras orang miskin. Mereka akan membayar, tapi mereka akan menangis karena ketika pulang mereka tidak punya uang untuk beli beras” maka sudah sepatutnya dokter menjadikan profesinya sebagai bukti pengabdian pada Negara dan ikhlas pamrih mengobati tanpa terus memikirkan modal modal yang harus kembali selama menempuh pendidikannya

Penulis: Devi Adia, Mahasiswa Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Exit mobile version