Site icon SuaraJakarta.co

Entrepreneurship Sebagai Akselerator Kemandirian Indonesia

suara jakarta Global Entrepreneurship Summer SchoolSuaraJakarta.co, BANDUNG – “Untuk menjadi negara yang sukses harus didukung dengan jumlah wirausaha yang memadai. Yakni jumlah wirausahanya minimal harus 2% dari total penduduk”. Kutipan pernyataan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah, ini seolah menjadi pelecut bagi kita untuk berpikir menjadi wirausaha. Bukan hanya untuk kita pribadi, tetapi juga untuk kemajuan Bangsa. Entrepreneurship adalah sektor dimana seseorang tidak terikat oleh pihak manapun dalam hal ekonomi. Bahkan seorang entrepreneur dapat ‘membuat uangnya sendiri’. Karena mereka tidak bekerja pada siapapun, melainkan pada diri mereka sendiri.

Entrepreneurship adalah pembentuk karakter pada diri seseorang. Menghilangkan sifat ketergantungan dengan menciptakan inovasi sendiri. Karakter mandiri inilah yang belum dimiliki oleh bangsa Indonesia saat ini dan harus ditumbuhkan mulai saat ini. Itulah sebabnya pemerintah saat ini sangat gencar dalam menumbuhkan jiwa-jiwa entrepreneur pada masyarakat Indonesia. Alasan utamanya tidak lain adalah agar Indonesia bebas dari ketergantungan dan bisa jaya di bidang ekonomi.

Pemerintah tidak bisa menjadi motor penggerak program ini sendiri. Perlu ada campur tangan dari pihak-pihak yang sadar akan pentingnya kemandirian melalui entrepreneurship. Salah satunya adalah mahasiswa. Mahasiswa yang merupakan maysarakat terdidik dalam kasta tertinggi seharusnya sadar dengan hal ini. Mahasiswa seharusnya tidak hanya berpikir dimana akan bekerja setelah lulus nanti, tetapi lebih dari itu. Yaitu berpikir bagaimana bisa membuat bangsa ini maju dengan kemandirian di berbagai sektor dan bagaimana bangsa ini bisa memiliki tingkat perekonomian yang tinggi.

Jika pemahaman tersebut telah melekat pada diri masing-masing mahasiswa. naka akan timbul gerakan entrepreneurship yang masif. Gerakan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Karena tentunya, dengan munculnya gerakan ini, jumlah pengangguran akan berkurang secara signifikan karena setiap usaha yang berjalan akan menyerap tenaga kerja. Berkurangnya pengangguran akan berdampak positif bagi iklim ekonomi. Mulai dari naiknya daya beli masyarakat hingga turunnya tingkat kejahatan. Bukan hanya akan tumbuh secara linear, tetapi akan muncul suatu percepatan atau akselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mencapai titik tersebut tentunya tidak mudah. Pemerintah harus secara intensif mensosialisasikan pentingnya gerakan entrepreneurship dalam mencapai akselerasi pertumbuhan ekonomi dan kemandirian bangsa kepada semua lapisan masyarakat. Pemerintah juga harus mengurangi jumlah subsidi secara bertahap dan menggantikannya dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah maupun dengan sektor-sektor produktif lainnya.

Peningkatan kompetensi keterampilan dan keahlian rakyat harus menjadi fokus utama juga. Karena dengan kreativitas yang tinggi dan inovasi produk yang beragam dan berkualitas ekspor akan sangat mendukung tercapainya cita-cita kemandirian bangsa.

Semua itu akan tercapai jika kita punya mimpi yang sama untuk bangsa ini. Mimpi membawa bangsa ini kembali berjaya di antara bangsa-bangsa lain. Mimpi yang harus kita tularkan kepada semua orang yang kita kenal. Agar gerakan entrepreneurship ini bisa secara masif berjalan dan akselerasi kemandirian bangsapun dapat segera terwujud. Dari kita, untuk Indonesia.

Penulis: Akhmad Saifuddin, Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Exit mobile version