SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Bakar Hutan, Bakar Masa Depan

Ilustrasi. Foto: IST

SuaraJakarta.co – Indonesia merupakan negara kaya yang memiliki hutan luas. Terbukti dengan menjadi salah satu negara dengan julukan sebagai negara paru-paru dunia. Hal ini dikarenakan hampir satu per tiga hutan dunia berada di Indonesia. Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting.

Hutan di Indonesia memiliki banyak tumbuhan yang beraneka ragam, terutama yang berbentuk pohon. Secara keseluruhan, di Indonesia terdapat sekitar 40.000 jenis tumbuhan yang diantaranya 25.000 hingga 30.000 jenis merupakan tumbuhan berbunga. Selain itu, banyak beraneka ragam pohon-pohon yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa kekayaan alam Indonesia banyak dieksploitasi oleh pihak asing.

Beberapa tahun yang lalu, luas hutan di Indonesia mencapai 113 juta hektar dan terus berkurang drastis akibat tindak kejahatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja membabat dan menggunduli hutan demi mendapat keuntungan yang besar tanpa melihat dampak bagi lingkungan global.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa sudah banyak kasus kebakaran hutan yang melanda Indonesia. Hampir setiap tahun peristiwa kebakaran hutan pasti selalu ada. Banyak orang yang menjadikan fenomena cuaca El Nino sebagai penyebab utama yang memicu banyaknya kebakaran hutan seperti yang banyak terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Berdasarkan laporan dari sebuah lembaga riset, diperkirakan faktor besar yang menjadi penyebab kebakaran hutan di sejumlah daerah seperti Riau yang saat ini sedang dilanda kebakaran hutan adalah manusia.

BACA JUGA  Reklamasi Teluk Jakarta Butuh Sosialisasi

Kebakaran hutan dewasa ini, dapat dikatakan sebagai kejahatan yang terorganisasi, karena sebagian besar disebabkan ulah manusia yang berafiliasi dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki kepentingan perluasan lahan. Pembakaran hutan memang merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk memperluas lahan yang diinginkan oleh perusahaan. Padahal hal ini sangat merugikan masyarakat dan merusak lingkungan. Adapun dampak negatif yang disebabkan oleh kebakaran hutan, diantaranya masyarakat banyak yang menderita penyakit gangguan pernafasan hingga berujung kematian, kabut asap yang menganggu segala aktivitas masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun, dibalik itu semua justru terdapat sekelompok orang yang menikmati hasil dan keuntungan dari kebakaran hutan tersebut.

Dampak yang dihasilkan dari kebakaran hutan yang notabene saat ini sedang terjadi masih terus meluas hingga saat ini, dimulai dari rusaknya biota hutan, matinya tetumbuhan, terganggunya aktifitas manusia, sampai penyakit ISPA yang membuat masyarakat sengsara dan dapat memakan korban jiwa. Selain itu, dampak dari kebakaran tersebut melepaskan 1,5-2 ton miliar ton karbon dioksida yang menyebabkan tanah dan udara semakin kering. Apabila pembakaran ini terus berlanjut, maka akan berdampak juga pada krisis lingkungan yang parah dan hilangnya sumber air bagi manusia karena wilayah hutan merupakan pusat penyimpanan cadangan air tanah. Sehingga bisa dikatakan bahwa membakar hutan sama dengan membakar masa depan Indonesia.

Setelah melihat akibat yang semakin hari semakin bertambah dari kasus pembakaran hutan, pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus segera memberikan solusi nyata bukan hanya sekedar wacana dalam mengatasi permasalahan ini. Seharusnya, pemerintah juga dapat mengatasi kasus yang hampir terjadi setiap tahun ini dengan memberikan alokasi dana dalam mencegah kebakaran hutan bukan hanya mengatasi dengan pemadaman api. Di hutan Kalimantan dan Sumatera, dampak kebakaran hutan terhadap penyusutan keanekaragaman hayati mulai terlihat jelas. Selain pemusnahan langsung oleh api, kebakaran hutan dapat menyebabkan kepunahan spesies secara perlahan dan emisi karbon yang semakin meningkat sudah menyumbang kenaikan suhu bumi dan pemanasan global.

BACA JUGA  Kebijakan Bangku Sekolah untuk Dwiki

Adapun beberapa usaha yang dapat dilakukan dalam mengatasi keruksakan ekologi maupun kerugian ekonomi yang disebabkan dari kebakaran hutan diantaranya yaitu :

  1. Pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah dalam mengelola masalah ini supaya asap yang dikeluarkan dari hasil pembakaran dapat segera berakhir dan tidak menambah kerugian lagi bagi masyarakat setempat.
  2. Memperketat penjagaan hutan dengan mempersiapkan polisi hutan, melindungi hutan dari pencurian kayu dan penebangan liar. Supaya kasus seperti ini tidak menjadi permasalahan yang sama dalam setiap tahunnya.
  3. Memberikan dorongan kepada kalangan swasta agar berpartisipasi dalam pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang di maksudkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri.
  4. Menggunakan sumber daya hutan sebaik-baiknya untuk peningkatan volume dan nilai ekspor, merangsang pertumbuhan industri hilir pengolahan hasil-hasil hutan serta mempertahankan kelestarian sumber daya hutan.

Dengan beberapa solusi yang direkomendasikan di atas, diharapkan adanya kemajuan ke arah yang lebih baik dalam mengatasi permasalahan kebakaran hutan ini dan dapat menjadi pelajaran berharga untuk lebih meningkatkan pengawasan dan penjagaan terhadap kekayaan dalam negeri.

Penulis: Aang Sanjaya, Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran

Related Posts

Leave a Reply