Misi Islamisasi Indonesia Pada Masa Sahabat Rasulullah SAW - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Misi Islamisasi Indonesia Pada Masa Sahabat Rasulullah SAW

Ilustrasi. (Foto: IST)

Oleh: Setiyono (Pengiat Sejarah, Hukum dan Demokrasi, Universitas Al Azhar Indonesia)

Sejarawan muslim, Tamim Ansary, dalam bukunya yang berjudul “Dari Puncak Baghdad ; Sejarah Dunia Versi Islam”, menjelaskan bahwa dimasa Bani Umayah, walaupun saat itu pemerintahan Islam diisi oleh orang-orang yang kuat dengan duniawi, namun mereka memelihara lembaga-lembaga keagamaan Islam. Mereka mendukung para sarjana dan cendekiawan untuk membenamkan diri mereka dalam studi dan mengali jauh tentang alam semesta dan agama, tanpa memiliki kekhawatiran tentang nasib keuarga mereka, sebab keamanan keluarga mereka telah dijamin oleh pemerintah Bani Umayah. Selain itu mereka juga membangun mesjid-mesjid, pusat-pusat pendidikan, menegakkan hukum yang memungkinkan cara hidup Islam untuk berkembang, dan yang paling penting, mereka membangun stabilitas dunia yang beradab, dalam hal ini melalui kekuatan dan sumberdaya yang dimiliki, mereka mencanangkan proyek besar yakni Islamisasi Dunia.

Dinasti Umayah adalah dinasti yang besar, berdiri sejak tahun 40 Hijriah (660 M) dengan Khalifah pertama yakni Muawiyah Ibnu Abu Sufyan yang merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, dan berakhir pada tahun 132 Hijriah (752 M) dengan Khalifah terakhir yang ke XIII yakni Marwan Ibnu Muhammad Ibnu Marwan Ibnu Hakam. Armada Laut umat Islam pertama kali didirikan pada zaman Dinasti Umayah, khususnya pada masa Muawiyah menjadi khalifah. Dialah Khalifah pertama yang mendirikan angkatan laut muslim dan mengirim orang-orang Arab muslim untuk berlayar ke berbagai belahan dunia. Mula-mulanya mereka dikirim untuk menyelidik tentang daerah-daerah itu, mengamati kehidupan masyarakatnya, untuk kemudian mendakwahkan Islam pada masyarakat didaerah tersebut.

BACA JUGA  Banjir Rob Jakarta

Dalam misi mengembangkan dakwah islam tersebut, tak terkecuali pula pulau-pulau yang hari ini menjadi bagian dari Indonesia. Pulau pertama dari wilayah Indonesia yang dahulu dituju oleh utusan-utusan Dinasti Umayah, adalah Pulau Jawa. Hal ini merujuk pada hasil penelitian beberapa sejarawan yang sudah saya terangkan pada tulisan saya sebelumnya yang saya beri judul “Menguak Tabir Sejarah, Tentang Masuknya Islam di Indonesia”, yang dimuat oleh suarajakarta.co pada 12 Januari 2018 lalu. Dimana poin penting dari tulisan tersebut, adalah menjelaskan bahwa islam masuk ke nusantara atau Indonesia sekarang, sudah dimulai sejak Abad ke-1 Hijriah, yakni tahun 51 H, atau bertepatan dengan masa pemerintahan Khalifah Muawiyah, pendiri sekaligus khalifah pertama Dinasti Umayah.

Jalur pelayaran mereka untuk sampai ke bumi nusantara adalah melalui Samudera Hindia. Rutenya dari Laut Merah, ke Pantai Malabar, kemudian Gujarat, lalu Pulau Sailan (Sri Lanka), lanjut ke Tanah Genting Kra (sungai yang menghubungkan semenanjung melayu dengan daratan asia, bagian timur dari sungai ini milik Thailand dan bagian barat milik Myanmar), kemudian sampailah mereka ke lautan nusantara. Berdasarkan catatan sejarah, daerah yang pertama kali dituju adalah Jawa Timur, tepatnya di kerajaan Kalingga. Dimasa pemerintahannya Ratu Simo, atau Ratu Si Ma sebagaimana yang dicatat oleh sejarawan Tiongkok.

Semasa diwilayah kerajaan Kalingga, para utusan Dinasti Umayah ini mempelajari betul masyarakatnya, dimana saat itu kepercayaan yang memiliki pengaruh besar adalah Hindu. Dan strategi dakwah dari para utusan ini adalah dengan jalan perdamaian. Tidak ada paksaan, tidak ada kekerasan. Tidak pernah pula Bani Umayah mengirim pasukan perang untuk mendakwahkan islam dibumi nusantara. Dan strategi ini pun kemudian berlanjut hingga kemasa kekhalifahan Dinasti Umayah berikutnya, juga terus berlanjut ke Dinasti Abbasiyah, dan juga Utsmaniyah. Semuanya masuk dengan jalan damai, tidak ada paksaan apalagi kekerasan. Realitas ini tentu sangat berbeda dengan strategi Portugis, Spanyol dan Belanda saat masuk ke Indonesia dan saat menyebarkan agama mereka. Dimana mereka cenderung mengunakan cara-cara invasi militer dan mengorbarkan perlawanan atas masyarakat Indonesia dibeberapa daerah yang ada waktu itu. Sangat berbeda jauh dengan cara masuknya Islam di bumi Indonesia ini.

BACA JUGA  Kemenangan Islam dan Demokrasi Serta Gagalnya Kudeta di Turki

Semua fakta tentang awal masuknya Islam di Indonesia ini, tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi umat islam yang ada di Indonesia. Sebab Islam masuk ke Indonesia ini langsung digagas oleh para sahabat-sahabat Rasulullah saw dimasa itu, bahkan menjadi salah satu wilayah yang didatangi secara awal, atas misi mereka dalam mengislamisasi dunia.

Jakarta, 14 Januari 2018

Leave a Reply