SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Peduli Soal Perikanan, WWF-Indonesia Luncurkan Situs Seafood Savers

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sebagai negara peringkat keempat dengan garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah di lautan. Kekayaan alam yang berasal dari sektor kelautan tersebut, menurut laporan dari antaranews.com, dapat menyumbang 140 miliar dollar AS per tahun, minus kontribusi yang dari sektor migas yang berasal dari dasar laut. Dengan kata lain, pengelolaan sumber daya kelautan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan menjadi hal yang penting untuk dilakukan, terutama pada sektor perikanan sebagai sumber daya alam yang sangat melimpah di lautan Indonesia.

Atas pentingnya menjaga sumber daya alam perikanan tersebut, maka pada tanggal 14-17 Mei 2014 dengan bertempat di Manado Convention Centre, Sulawesi Utara, WWF-Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara, mengadakan konferensi internasional yang bertema “Coral Reef for Sustainable Fisheries, Food Securities, and Eco-Friendly Bussiness”. 

Untuk menunjang pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif terhadap persoalan perikanan dan ketahanan pangan tersebut, konferensi ini juga turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari berbagai negara, organisasi internasional, pelaku bisnis, lembaga keuangan, lembaga riset, akademisi, dan LSM. Oleh karena, WWF-Indonesia berpandangan bahwa perlu adanya perubahan di kelompok perilaku perikanan yang tidak berkelanjutan, serta perlunya sorotan intensif kepada pelaku industri yang menjalankan aktivitas perikanannya dengan bertanggung jawab.

Oleh karena mendesak dan strategisnya persoalan yang teelah overexploited menurut laporan FAO 2010 ini, maka WWF-Indonesia dalam konferensi ini meluncurkan situs www.seafoodseavers.org. Dimana situs tersebut adalah bagian dari publikasi ilmiah dari policy paper yang dirumuskan selama konferensi tersebut. Beberapa poin penting dari adanya Seafood Savers tersebut adalah: 1. Apresiasi terhadap pelaku usaha yang melaksanakan praktik-praktik ekonomi yang bertanggung jawab, 2. Pendampingan perusahaan untuk mendapakan sertifikasi MSC dan/ atau ASC melalui kegiatan perikanan, 3. Fasillitasi pengadaan produk seafood yang bertanggung jawab melalui kolaborasi bisnis antara produsen, ritel, dan institusi keuangan yang menjadi anggota Seafood Savers.

BACA JUGA  Menyelamatkan Badak Tersisa di Bumi Kalimantan

Dengan demikian, dari acara ini WWF-Indonesia berharap bahwa pelaku perikanan Indonesia mampu bangkit untuk menjawab tantangan keberlanjutan perikan yang bertanggung jawab.(ARB)

Tagged , , , ,

Related Posts

Leave a Reply