SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

MPR: Di Negeri Pancasila, Tidak Boleh Ada Warga Terlantar

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa di negara Pancasila tidak boleh ada lagi warganya yang terlantar. Karena itu sudah seharusnya negara ikut hadir dan memberikan bantuannya.

“Di Negeri Pancasila tidak boleh ada warga yang terlantar. sudah sepatutnya diberikan bantuan dan tempat tinggal yang layak,” jelas Zulkifli saat mengunjungi korban penggusuran sengketa lahan di Karawang Jawa Barat yang mengungsi ke masjid Al Istiqamah wa Hayatudin Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (31/3).

Diketahui, sebanyak 300 Petani Karawang mengungsi di Masjid Al Istiqamah wa Hayatudin Tanah Abang Jakarta Pusat. Mereka adalah korban penggusuran atas sengketa lahan dengan PT Pertiwi Lestari.

Ratusan warga korban penggusuran ini meminta kepada agar Ketua MPR bisa membantu memperjuangkan nasib mereka.

Simanjuntak (56) petani jeruk yang menetap sejak 1996, misalnya mengharap Ketua MPR untuk menjadi penengah. Pasalnya, saat ini rumah dan kebunnya sudah rata dengan tanah.

“Padahal sebelum digusur kebun jeruk saya luasnya 2 hektar dan hampir dipanen. Karena penggusuran kami rugi besar,” katanya

Hal yang sama disampaikan Marhadi. Menurutnya, saat ini anak-anaknya terpaksa putus sekolah. Dengan berat hati Marhadi membawa anaknya ke pengungsian karena rumah, kebun dan binatang ternak yang dimiliki sudah dihancurkan pihak pengembang.

“Saya pindah ke sini karena sudah tidak ada tempat, tidak ada lahan. Semoga bapak Ketua MPR bisa bantu sampaikan nasib kami,” tutur Politisi PAN ini.

Oleh karena itu, Ketua MPR berjanji akan segera menghubungi pihak terkait, baik Bupati Karawang, Gubernur Jawa Barat sampai Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

“Yang pasti Bapak, Ibu, Anak anak kita ini harus diselamatkan dulu. Diberi tempat dan makanan secukupnya. Anak-anak mereka juga harus segera bersekolah kembali,” (RDB)

BACA JUGA  PKS: APBN-P 2015 Harga Mati Untuk Kesejahteraan Rakyat

Tagged ,

Related Posts

Leave a Reply