Legislator Papua Minta KNKT Segera Investigasi Jatuhnya Trigana Air - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Legislator Papua Minta KNKT Segera Investigasi Jatuhnya Trigana Air

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Anggota DPR RI asal Papua, Yudi Kotouky, meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi penyebab jatuhnya pesawat Trigana Air bernomor penerbangan IL-267 rute Jayapura – Oksibil. Hal ini disampaikan olehnya, menyusul telah ditemukan serpihan dan black box dari pesawat berjenis ATR 42/300 tersebut.

“Setelah semua serpihan pesawat ditemukan termasuk black box, kami berharap KNKT bisa segera bekerja melakukan kegiatan investigasi, penelitian, penyelidikan lanjutan, dan memberikan laporan akhir serta rekomendasi dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan dengan penyebab yang sama. Sesuai dengan UU Penerbangan, hasil investigasi dapat diumumkan kepada masyarakat karena bersifat bukan rahasia,” Kata Yudi, Rabu (19/8).

Anggota Komisi II ini juga mengingatkan kepada Trigana Air Service, selaku perusahaan yang memberikan jasa angkutan udara, untuk memenuhi kewajibannya membayarkan ganti rugi kepada keluarga penumpang.

“Sesuai Peraturan Menteri (permen) 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan udara, maka pihak Trigana Air Serviceharus membayarkan ganti rugi,” lanjutnya.

Pasal 2 dari permen tersebut menyebutkan pengangkut yang mengoperasikan pesawat udara wajib bertanggung jawab atas kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka, hilang atau rusaknya bagasi kabin hilang, musnah, atau rusaknya bagasi tercatat, dan sebagainya.

Adapun besaran ganti rugi terhadap penumpang yang meninggal dunia dan cacat tetap diberikan ganti rugi sebesar Rp. 1.250.000.000 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang. Selain itu, untuk penumpang yang mengalami luka-Iuka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, klinik atau balai pengobatan sebagai pasien rawat inap dan/atau rawat jalan, akan diberikan ganti kerugian sebesar biaya perawatan yang nyata paling banyak Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) per penumpang.

BACA JUGA  DPR: Perlu Aturan Penerbangan Khusus Untuk Papua

Selain itu, Yudi pun turut menyampaikan simpati dan bela sungkawa kepada pihak keluarga penumpang Pesawat Trigana Air, “Kami turut berduka dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan, diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” tutup Yudi.

Tagged , , , , ,

Related Posts

Leave a Reply