SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Jokowi Ingkar Janji Lagi: Selama 6 Bulan Hutang Indonesia Naik 31,6 T

Gabungan masa KAMMI dan HTI demo tuntut Jokowi mundur di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. (Foto: Fajrul Islam/SuaraJakarta)

Gabungan masa KAMMI dan HTI demo tuntut Jokowi mundur di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. (Foto: Fajrul Islam/SuaraJakarta)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Untuk kesekian kalinya Presiden Jokowi berbohong kepada publik. Hal itu sebagaimana terbukti dari janji Jokowi untuk tidak berhutang yang disampaikan saat kampanye dan pada kenyataannya Jokowi menambah hutang 31, 6 Triliun hanya dalam kurun waktu 6 bulan.

Saat masa kampanye pemilihan presiden tahun lalu, Jokowi berjanji untuk tidak belanja berlebihan.

“Pembekuan belanja, tidak perlu belanja terlalu over. Artinya uang yang ada ini dibelanjakan, uang yang ada saja yang dibelanjakan,” ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/8) tahun lalu.

Setelah terpilih di kampanye, Jokowi sapaan akrabnya kembali menegaskan janjinya tidak akan menambah utang.

“Ya penggunaan APBN itu secara efisien dan tepat sasaran. Tidak perlu ngutang,” ujarnya kala itu, sebagaimana dikutip dari laman Merdeka Online (19/4).

Sedangkan untuk pembayaran utang yang semakin menumpuk, Jokowi menjawab dengan enteng.

“Kalau utang ya dibayar.”

Lain dulu lain sekarang, kini utang luar negeri pemerintah justru mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan utang luar negeri pemerintah lebih tinggi dibandingkan kenaikan utang swasta. Selama lima bulan Jokowi – JK memimpin negara, utang luar negeri pemerintah melonjak tajam. Hal ini terlihat dari data statistik utang luar negeri yang dikeluarkan Bank Indonesia.

Posisi utang luar negeri pemerintah pada November 2014 tercatat USD 127,3 miliar atau setara dengan Rp 1.676 triliun. Posisi terakhir utang luar negeri pemerintah atau per Januari 2015 sebesar USD 129,7 miliar setara Rp 1.710 triliun. Terjadi kenaikan sekitar USD 2,4 miliar setara Rp 31,6 triliun.

Berikut rincian dan penjelasan utang luar negeri pemerintah, dari analisis Merdeka Online (19/4).

1. Utang luar negeri Indonesia Rp 3.940 triliun

BACA JUGA  Putusan PTUN, Presiden Jokowi Setuju Tidak Banding, Menkumham Sebaliknya

Per Januari 2015, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 298,6 miliar atau setara dengan Rp 3.940 triliun. Angka utang ini meroket jika dibandingkan posisi per Desember 2014 yang hanya USD 292,6 miliar atau setara dengan Rp 3.860 miliar.

Angka utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia USD 135,7. Sedangkan utang luar negeri swasta sebesar USD 162,9 miliar.

Data Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyebut perkembangan utang luar negeri masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian.

Ke depan, Bank Indonesia akan tetap memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas makro ekonomi.

2. Utang luar negeri pemerintah tembus Rp 1.710 triliun

Utang luar negeri pemerintah Jokowi -JK per Januari 2015 mencapai USD 129,7 miliar atau setara dengan Rp 1.710 triliun. Angka utang pemerintah ini naik USD 5,9 miliar atau setara dengan Rp 78 triliun jika dibandingkan Desember tahun lalu yang hanya USD 123,8 miliar atau Rp 1.632 triliun.

Jika melihat selama 5 bulan pemerintahan Jokowi – JK, data utang pemerintah ini berjalan naik turun. Per November 2014, utang luar negeri pemerintah tercatat USD 127,3 miliar. Utang sempat turun di Desember menjadi USD 123,8 miliar namun kembali naik menjadi USD 129,7 miliar per Januari.

Data Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyebut meningkatnya utang luar negeri pemerintah terutama dipengaruhi oleh penerbitan Global Bond Pemerintah sebesar USD 4,0 miliar.

3. Utang swasta tumbuh melambat

Utang luar negeri swasta tumbuh melambat di Januari 2015 ini. Utang luar negeri swasta tercatat USD 162,9 miliar dan hanya naik tipis dibanding Desember tahun lalu yaitu USD 162,8.

BACA JUGA  Jaringan '98: Jokowi Pekerja Keras Tapi Banyak Menteri Ndablek, Reshuffle Kabinet!

Kalau melihat data selama pemerintahan Jokowi – JK, utang luar negeri swasta naik tipis cenderung stagnan. Utang luar negeri swasta di November 2014 tercatat USD 160,9 miliar. Kemudian utang naik di Desember menjadi USD 162,8 miliar. Per Januari 2014, utang swasta hanya naik tipis menjadi USD 162,9 miliar.

Tagged , ,

Related Posts

5 thoughts on “Jokowi Ingkar Janji Lagi: Selama 6 Bulan Hutang Indonesia Naik 31,6 T

  1. Gyarto Bak Pick Up

    Terdapat masalah besar di dalam APBN 2016 yang diketahui akan menjadi ancaman gagal fiskal kalau masalah itu tak segera dicari solusinya.

    Hal ini diucapkan oleh Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam salah satu acara di Cikeas, Jabar.

    “Cegah defisit yang melebihi batasannya agar secara makro ekonomi kita tidak divonis sebagai tidak sehat, apalagi sakit,” jelasnya.

    Baca juga: (Tak Ingin Ketinggalan Kereta, PAN Ajukan Calon Menteri ke Jokowi)

    Jokowi dan SBY
    Jokowi dan SBY
    SBY juga menambahkan kalau jalan pintas dengan menambah utang baru tidaklah jadi solusi yang tepat untuk bisa menutup defisit.

    Namun, terlepas dari semua itu ternyata menurut data yang berhasil hatree.me dapatkan ada perbedaan yang cukup mencolok soal pengelolaan utang antara SBY dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Baca juga: (Blak-blakan! Golkar Minta Posisi Menteri ini di Kabinet Kerja Jokowi)

    Hal ini juga tertuang di dalam salah satu fanspage facebook Kata Kita yang menjelaskan tentang perbedaan tersebut.

    Pengelolaan utang negara.
    Pengelolaan utang negara.
    HUTANG DAN INVESTASI

    Maaf untuk akhi/ukhti yg hoby nyinyirin jokowi soal hutang, ini bukan hutang loh,ini namanya investasi, ini saya jelaskan supaya kalian ngak gagal faham,kalian kan sering bilang sekarang ekonomi lg sulit tp anehnya malah banyak Investor yg masih mau Investasi di Indonesia. Sekedar info Perusahaan korsel ini akan membuka pabrik sepatu senilai 2T di Jepara, pabrik sepatu termasuk salah satu investasi padat karya yg bisa menyerap hampir 15.000 tenaga kerja. Jd kalau ada yg bilang era Jokowi banyak pengangguran,monggo di hitung sendiri berapa banyak tenaga kerja yg akan terserap kalau benar kata BKPM akan ada ribuan investor yg ngantri mau buka pabrik.

    Diera Jokowi pabrik2 baru banyak didirikan diluar Jakarta dan Jabar padahal selama ini dua daerah tersebut selalu menjadi basis investor untuk mendirikan pabriknya, ini menandakan sudah mulai terjadi pemerataan pembangunan infrastruktur seperti jalan,listrik,pelabuhan atau ketersediaan lahan, dengan berdirinya central2 industri didaerah lain maka akan terjadi pemerataan pembangunan,semua pihak akan diuntungkan seperti berkurangnya jumlah penganguran,pemerintah mendapat setoran pajak, roda ekonomi daerah berputar karena perusahaan lokal terlibat dlm penyediaan bahan baku dll.

    Ini hanyalah contoh kecil dari hasil upaya pak jokowi membuat berbagai macam trobosan, beliau ingin melihat iklim investasi di indonesia tumbuh pesat mengalahkan negara lainnya, penghapusan ribuan perda bermasalah,kemudahan pengurusan izin usaha,dweling time yg semakin membaik ataupun paket2 kebijakan ekonomi adalah contoh trobosan yg membuat investor tertarik berinvestasi di Indonesia.

    Pembangunan infrastruktur saat ini masih bersumber dari dana APBN yg dulu dipakai untuk mensubsidi 72% orang mampu di negri ini, walaupun hanya kisaran 200-300T per tahun tp sekarang sudah mulai bisa dirasakan manfaatnya dari pada hanya dibakar menjadi asap selama 10 tahun yg lalu,coba bayangkan bila benar tax amnesty berhasil membawa pulang ribuan triliunan dana orang2 kaya indonesia diluar negri pasti akan semakin membuat pembangunan infrastruktur kita tumbuh pesat, karena selama 5 tahun kedepan kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur kita hampir 5.000T tp APBN kita hanya mampu membiayai sebesar 1.500T.

    Untuk yg sering nanyain mana hasil pembangunan Infrastruktur Jokowi selama 2 tahun ini cobalah sekali kali kalian jalan2 ke papua lihat trans papua,ke sulawesi lihat jalur kereta api, ke sumatera lihat tol trans sumatera, waduk jati gede, jembatan merah putih di ambon, PLTU Batang dll, walau kalian masih nyinyir ” Lah itu kan ide nya pak Sby, Jokowi itu kan cuma melanjutkan,dasar tukang claim… ” Eh kaum logika kaos kaki,kalau cuma buat rencana terus ground breaking tapi habis itu mangkrak ngak selesai2 sampai lengser jadi orang nomor satu, ngak usah kelas Presiden, si minten bakul pecel sebelah rumah gua juga bisa kalee.

    Pemimpin itu harus bisa mencari solusi dari semua permasalahan yg ada, mulai masalah pembiayaan, pembebasan lahan, membuat payung hukum, pengawasan progres pekerjaan dll Jokowi bisa sampai 3-5x datang meninjau ke satu proyek untuk melihat progres pekerjaannya, kalau presidenya sampai segitu banyak bayangin menteri atau dirjennya pasti lebih sering datang, apakah itu artinya Jokowi tidak yakin dgn bawahannya? OhTidak, tp itulah style beliau,pakde bukan type ABS (asal bapak senang) yg hanya dapat laporan yg baik2 nya saja dari bawahannya tp akhirnya kerjaanya mangkrak dan bawahannya jd pasien KPK semua.

    Tapi ya sudahlah walau udah gua jelasin panjang lebar pasti ngak akan kalian terima, paling kalian akan ngeles lagi ” Halah,ngak usah KePDan lah kalau masih ngutang ke china,masih jdi jongos china aja bangga…” Heran ya kenapa kalian anti bgt dgn yg namanya china, padahal mgkn sekarang kalian lagi fb-an pakai hp china, asal kalian tau kita hutang ke china bukan hanya diera Jokowi, tp sudah ada sejak zaman pak mantan, lagian emang ada bedannya yah kita ngutang ke china sama ngutang ke Arab, apakah kalau ngutang ke China harus dipulangin sedangkan ke Arab ngak perlu di bayar atau kalau ngutang ke china hukumnya riba tp kalau ke arab hukumnya jd halal, begitukah logikanya..?? Hadeh.. Bahlul jgn dipihara ya akhi, sapi saja yg dipelihara karena setahun bisa beranak sekali..

  2. rahwana putih

    KITA BOLEH MENUTUP MATA ATAS HASIL-HASIL PEMBANGUNAN YANG TELAH DICAPAI PEMERINTAHAN JOKOWI. BOLEH TUTUP TELINGA SOAL TOL SUMATRA, TRANS PAPUA DLL.
    TAPI JANGAN TUTUP MATA HATI KITA… SEHINGGA KITA MENJADI PICIK DAN DENGKI SERTA MENJADI TUKANG FITNAH.
    SEBAGAI PENDUDUK SUMATRA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKOWI MEMBUATA TEROBOSAN DALAM PEMBANGUNAN TOL SUMATRA, YANG PADA ERA-ERA PEMERINTAHAN SEBELUMNYA DIANGGAP PROYEK RUGI.
    TERIMA KASIH PAK JOKOWI DAN JAJARANNYA, SEMOGA ALLAH SWT MEMBERIKAN KESEHATAN, KEKUATAN, DAN UMUR PANJANG UNTUK MEMIMPIN NEGARA INI, YANG SUDAH SANGAT JAUH TERTINGGAL DIBANDINGKAN NEGARA LAIN YANG LEBIH KECIL DAN SEDIKIT SUMBER DAYA ALAMNYA

  3. alfin

    kenapa di era Jokowi mudah,karna menghutangnya mudah,
    kalo di era SBY, dia menahan semua anggaran, dengan cara menutupi hutang piutang terlebih dahulu,,,
    jangan mau di bodohi dengan hutang

  4. sigit hendarto

    Namanya mantan pengusaha krn kebiasaan pengusaha selalu hutang ,ambisi boleh tp harus sesusi kekuatan,,spt hutang negara harus sessuai kekuatan negara,,,

  5. Anonymous

    Ya … Alloh selamatkan negeri ini dari jeratan hutang yang menghinakan …. hutang akan menjadi warisan masalah bagi anak cucu kita kelak …….. ampuuuunnn, semoga kita diselamatkan dari jebakan hutang …. aamiiin….

Leave a Reply

[yop_poll id="2"]