Ini! Pesan Wakil Ketua DPR RI untuk Forum Alumni KAMMI - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Ini! Pesan Wakil Ketua DPR RI untuk Forum Alumni KAMMI

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (foto: ist)

SuaraJakarta.co, BANDUNG – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berpesan kepada segenap pengurus Alumni KAMMI untuk tidak menjadi manusia dengan narasi bimbang. Mantan Ketua Umum pertama KAMMI ini juga berpesan agar forum Alumni KAMMI tersebut dapat menjadi penyempurna narasi tentang ke-Indonesia-an dan ke-Islaman.

“Kita harus memperbaiki cara kita memandang persoalan dengan Islam dengan sejarahnya. Agar kita tidak terjebak dalam nuansa yang romantik.  Buatlah organisasi alumni KAMMI menjadi organisasi yang tidak melakukan cara-cara tradisional,” jelas Fahri saat pengukuhan deklarasi di Bandung, Sabtu (14/11).

Politisi PKS selama 3 periode ini pun menegaskan tidak perlu para kader-kader di forum Alumni KAMMI untuk terus melakukan pencitraan, tidak orisinil. Hal itu disebabkan, menurut Fahri, karena iman yang dimiliki belum kuat. Jati diri kita sebagai kader pergerakan islam tidak kokoh. Sehingga kita menganggap citra lebih baik dari orisional. Kita perlu melakuka koreksi cara berpikir kita. Tentang sejarah, keislaman dan keindonesiaan,” jelas Fahri.

Fahri juga berharap para kader Alumni KAMMI UGM belajar bagaimana kemenangan dakwah di Turki. Salah satu syarat kemenangan AKP adalah dengan memperbaharui cara memenangkannya. Kita lihat bagaimanaengelola perbedaan kaum tua dan kaum muda. “Jangan sampai ada perpecahan,” jelas Fahri.

“Kita baca negara yg gagal dimenangkan dakwah seperti di Mesir. Ada kemenangan politik yg dipaksakan. Pribadi dan figur penopang kemenangan itu seharusnya ada. Pribadi dan figur yang menjaga kontinuitas kemenangan. Perlu kerendahan hati untuk membaca semua”

BACA JUGA  Koalisi Masyarakat Sipil Desak DPR untuk Segera Bahas RUU Migas

“Kita ini generasi baru. Generasi KAMMI yang masih orisinil cara membacanya. Yang lebih jernih. Harus membaca peta semua ini dengan lebih luas lebih matang. Sehingga keadilan berpikir kita menjadi bahan baku bagi optimisme kemenangan kita”

“Tapi saya optimis kita akan menjadi besar. Dimulai dari memperbaiki cara berpikir kita”

Tagged , ,

Related Posts

Leave a Reply