Dua Kasus Korupsi Ahok Ini Berpotensi Ganggu Pelaksanaan Pilkada DKI di 2017 - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Dua Kasus Korupsi Ahok Ini Berpotensi Ganggu Pelaksanaan Pilkada DKI di 2017

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Istimewa)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Istimewa)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta Rico Sinaga menilai banyaknya kasus korupsi yang mendera Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama “Ahok” mengakibatkan jalannya pemerintah di lingkungan pemprov menjadi terganggu.

Pihaknya khawatir hiruk-pikuk masalah korupsi Ahok tersebut akan menghambat pembangunan Jakarta, terlebih menjelang bergulirnya Pilkada DKI di 2017.

‎‎”Warga Jakarta mulai tidak nyaman dengan hiruk-pikuk soal korupsi di Pemprov DKI, baik yang ditangani KPK maupun Mabes Polri. Ini (kegaduhan) akan ‎mengganggu pelaksanaan Pilkada DKI 2017‎,” kata Rico dalam rilis yang dikirimkan kepada redaksi suarajakarta.co, Kamis (10/12).

Terus berlarutnya kasus korupsi di Jakarta itu diyakini akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pilkada serentak mendatang. “Harus menjadi catatan kita bersama, tidak mungkin DKI menghadapi Pilkada dalam suasana gaduh seperti ini. Nanti Gubernur dan jajarannya menjalani pemeriksaan sana-sini karena tersandung kasus, belum lagi politisi di DPRD,” jelas Rico.

Karena itu, lanjut Rico, melalui diskusi ini, FKDM merasa perlu men‎gingatkan pemerintah dalam rangka memberikan pemahaman tentang kewaspadaan dini terhadap apapun yang terjadi di masyarakat.

Rico juga berharap, menjelang Pilkada 2017 forum seperti ini dapat terus berkembang dan keberadaannya dapat tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI.

“Ini perlu dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman terhadap warga Jakarta dan sebagai upaya untuk bersinergi dengan aparat pemerintah dan semua unsur,” tandasnya

BACA JUGA  Program Transmigrasi Dari Menteri Bantu Kemajuan Ekonomi

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Ahok saat ini terlibat dalam dua skandal korupsi besar yang belum menemui keputusan tetap (incracht). Pertama, kasus pengadaan lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras yang diduga merugikan negara sebesar Rp 191 miliar, yang sedang ditangani KPK. Kedua, kasus korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) yang kini sudah ditangani Bareskrim Mabes Polri.

Tagged , , ,

Related Posts

Leave a Reply