DPRD DKI: Kompetisi Sekda dan Ahok di Pilkada DKI Jangan Ganggu Pembangunan - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

DPRD DKI: Kompetisi Sekda dan Ahok di Pilkada DKI Jangan Ganggu Pembangunan

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sekretaris Komisi A DPRD DKI Syarif menegaskan bahwa jangan sampai hanya karena dua orang penting di Pemprov DKI maju sebagai Bakal Calon Gubernur (bacagub) DKI Jakarta, membuat urusan pembangunan menjadi terganggu.

Diketahui, dua pentolan Pemprov DKI, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah dan incumbent Gubernur DKI Ahok dikabarkan akan bersaing merebut kursi DKI 1 di Pilkada 2017.

Saefullah saat ini sedang mengikuti penjaringan bacagub dari Partai Gerindra. Sedangkan, Ahok dipastikan akan maju kembali, baik diusung oleh partai, seperti Nasdem atau PDIP, atau bisa juga maju sebagai independen.

Syarif menilai kompetisi antara dua orang Pamong DKI tersebut semakin memanas semenjak Ahok menuduh Saefullah sebagai pihak yang ikut terlibat dalam menandatangani nomenklatur dan surat perintah pencairan dana SP2D pada pengadaan UPS APBD-P 2014.

Ketua Panitia Tim Penjaringan Cagub DKI dari Gerindra, Syarif berharap jika betul Sekda dan Ahok sama-sama berhasrat maju pada Pilkada nanti, tidak sampai mengganggu jalannya roda pemerintahan di Jakarta.

Sebab, kata Syarif, jika hubungan keduanya tak harmonis, maka hampir bisa dipastikan dalam satu tahun kedepan, Pemprov DKI tak bakal produktif.

“Jika itu (persaingan) terjadi, tentu warga Ibu Kota akan dirugikan. Jadi, mereka kalau mau maju silahkan, tidak ada yang salah. Asalkan, tidak lupa dengan tugasnya sebagai pamong,” ujar Ketua Penjaringan Cagub DKI Partai Gerindra ini, sebagaimana dikutip dari laman Teropong Senayan, Sabtu (30/1).

BACA JUGA  Fraksi Gerindra DPRD DKI Tolak Usung Ahok di Pilkada DKI 2017

Syarif menilai justru semester pertama tahun 2016 ini lah momen yang tepat untuk optimalisasi penyerapan anggaran APBD 2016.

“Jangan sampai dikarenakan mereka sibuk dengan urusan politik mengakibatkan jebloknya serapan anggaran. Ini jangan sampai terjadi. Jangan beralasan kerena sibuk kampannye,” pesan Syarif.

Selain itu, lanjut Syarif, pada saat bersamaan pembahasan APBD Perubahan 2016 tepatnya antara Juli sampai Agutustus 2016. Termasuk juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI mulai membuka pendaftaran cagub dan cawagub.

“Apakah, mereka bisa fokus kerja? Ini harus dipikirkan juga lho,” tandasnya.

Tagged , , , , ,

Related Posts

Leave a Reply