SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Dilema Jokowi Kepada PAN dan Golkar

Presiden Jokowi dan Abu Rizal Bakri. (Foto: IST)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Keluarnya Partai Golkar dari KMP menjadikan suasana baru di langit perpolitikan Indonesia, mengingat langkah Golkar semakin memperkuat eksistensi pemerintah. Bukan hanya Golkar, PAN juga sudah lebih dahulu menegaskan bergabung kepada pemerintah.

Pengamat politik CIDES Indonesia, Pandu Wibowo mengatakan bahwa dengan bergabungnya Golkar dan PAN ke pemerintah, maka akan menguntungkan kedua partai tersebut. Mengingat Golkar dan PAN sudah mendapatkan jabatan di DPR RI dan MPR RI dan berpeluang mendapatkan kursi menteri.

“Bergabungnya Golkar dan PAN ke pemerintah sangat menguntungkan kedua partai tersebut. Mengingat, Golkar dan PAN sudah menempatkan kadernya menjadi pimpinan DPR RI dan MPR RI. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan berhasil menduduki jabatan sebagai Ketua MPR RI setelah mengalahkan lawan-lawan politiknya melalui mekanisme voting. Nasib baik juga didapat oleh Golkar, Ade Komarudin berhasil menduduki posisi Ketua DPR RI setelah menggantikan kader Golkar lainnya yakni Setya Novanto yang mengundurkan diri,” ujar Pandu saat diwawancarai.

Pandu juga mengatakan, Joko Widodo sebagai Presiden tidak perlu memaksakan Golkar dan PAN untuk mendapat jatah kursi menteri. Jokowi lebih baik mengutamakan partai-partai politik yang tergabung di KIH. Selain itu, jika Golkar dan PAN mendapat jatah menteri, bukannya hanya berdampak pada lahirnya koalisi gemuk, melainkan struktur pemerintah juga akan ikut gemuk.

“Jokowi tidak perlu memaksakan Golkar dan PAN untuk mendapat jatah kursi menteri nantinya. Golkar dan PAN boleh mendukung kabinet kerja, namun bukan berarti mereka mendapat jaminan untuk mendapat jatah kursi menteri. Jokowi lebih baik mengutamakan parta-partai politik seperti PKB, Nasdem, PDIP, dan Hanura yang dimana tergabung dalam KIH yang telah berjuang membelanya baik saat Pilpres maupun dalam parlemen. Selain itu jika Golkar dan PAN mendapat jatah kursi menteri, bukan hanya akan melahirkan koalisi gemuk, melainkan struktur kabinet yang gemuk. Hal ini rentan bagi Jokowi, mengingat partai politik akan mudah mengontrol dan mengintervensi agenda pemerintah.”

BACA JUGA  Ini Amanah Presiden Jokowi kepada Tito Karnavian Pimpin Kepolisian

Bergabungnya Golkar dan PAN akan merubah situasi politik di pemerintahan, baik dalam kebijakan dan pembagian jabatan partais politik.

Tagged , , , , ,

Related Posts

Leave a Reply