SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Diduga Marah karena Sisipan Lurah akan Diganti, Ahok Batal Rombak Pejabat DKI

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: IST)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: IST)

SuaraJakarta.co,JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama “Ahok” dipastikan batal melakukan perombakan para kepala dinas. Ia baru akan melakukan perombakan kepala dinas pada Januari 2016.

Menurut penelusuran Suarajakarta.co, Ahok diduga marah karena ada sisipan lurah yang ingin diganti padahal tidak sesuai dengan keinginan Ahok.

“Jadi, 8 Januari akan kita bersihkan semua, tetapi yang ini mungkin kita tes dulu beberapa dinas yang eselon III dan IV. Itu saja sih,” kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, sebagaimana dikutip dari laman Kompas, Jumat (27/11/2015).

Menurut Ahok, kepala dinas yang akan dicopot pada Januari mendatang adalah para kepala dinas yang tidak optimal menyerap anggaran yang ada di instansinya.

“Akhir mungkin tanggal 8 Januari kita akan bersihkan semua,” ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Agus Suradika mengatakan, Ahok urung merombak kepala dinas terkait dengan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tahun ini.

“Memang terpaksa ditunda. Ini karena enggak bagus juga di tengah-tengah sedang berlangsung tahun anggaran kemudian diganti,” kata Agus di Balai Kota.

“Dinas-dinas memang keuangannya harus dipertanggungjawabkan. Jadi, diselesaikan sampai nanti tahun anggaran (selesai),” kata Agus lagi.

Diketahui, RAPBD 2016 DKI mencantumkan lebih dari 40 ribu daftar kegiatan. Banyaknya kegiatan itu menyulitkan pengecekan Ahok secara detail. Namun, dia menyatakan telah mendapat gambaran besar tentang kejanggalan penyusunan bujet.

Kejanggalan yang paling banyak ditemukan ialah pencantuman nilai anggaran kegiatan di bawah Rp 200 juta. Ahok menerangkan, modus itu digunakan agar pengguna anggaran bisa melakukan penunjukan langsung kepada rekanan yang dikenalnya dan mengabaikan aspek kualitas. Dia memperkirakan total anggaran untuk penunjukan langsung bisa mencapai Rp 1 triliun.

BACA JUGA  43,53 Persen Petahana Kalah di Pilkada 2017, Berlanjut ke Jakarta?

Tagged , ,

Related Posts

Leave a Reply