SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Peringati Hari Guru Nasional, Al Azhar Peduli Ummat Gelar Seminar Pendidikan Guru

suara jakarta peringatan hari guru seminar pendidikan jimly asshiddiqie

Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie pada Seminar Pendidikan Guru. (Foto: Dok APU)

suara jakarta peringatan hari guru seminar pendidikan jimly asshiddiqie

Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie pada Seminar Pendidikan Guru. (Foto: Dok APU)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Untuk memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2014 lalu, Al Azhar Peduli Ummat menggelar acara seminar pendidikan untuk semua guru pembimbing program 3G Indonesia se-Jabodetabek di kampus Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta pada Minggu (3/11).

Acara ini mengambil tema “Pendidikan Karakter dalam Membangun Indonesia Gemilang” dan dihadiri oleh Ketua Badan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H beserta jajaran pengurus YPI Al Azhar dan Al Azhar Peduli Ummat.

Acara dibuka dengan penampilan 8 siswa penerima Beasiswa 3G yang kini menimba ilmu di UAI yang membawakan lagu dan puisi bertema “Guru”. Penampilan para siswa yang berasal dari Jabodetabek hingga Papua ini membuat merinding para peserta yang hadir mengingat Hari Guru baru saja mereka lewati.

Pembicara utama Bapak Jimly Asshiddiqie dalam pemaparannya menyampaikan pesan kepada para guru peserta agar membudayakan budaya positif di sekolah. Beliau mencontohkan bahwa budaya positif di sekolah luar negeri sudah diterapkan merata bahkan dimulai dari jenjang Sekolah Dasar. “Di luar negeri sana, sejak SD sudah diajari diksi-diksi positif. Bahkan tidak ada guru yang berkata atau bersikap negatif di sekolah karena itu merupakan rumah kedua mereka dan harus menjaga betul tata kerama demi terwujudnya karakter murid”, ujar pria kelahiran Palembang yang kini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Kemudian Pak Jimly juga mengungkapkan tentang geliat dan bahaya kristenisasi yang marak terjadi belakangan. Ia berharap guru mampu memberikan perlindungan kepada murid dari hal tersebut karena usia remaja juga menjadi sasaran empuk dari aksi tersebut. “Sekolah juga harus berfungsi sebagai perlindungan dari bahaya deislamisasi dan murtadisasi”, pesan beliau.

BACA JUGA  Tim FORMULA APU Kirim Bantuan Korban Banjir Bandung

Direktur Al Azhar Peduli Ummat Bapak Harry Rachmad sebelumnya mengawali acara ini dengan sambutannya dengan mengutip perkataan Sayidina Ali yang berbunyi “Jangan paksakan anakmu untuk menjadi seperti kamu, karena dia diciptakan bukan untuk zamanmu”. Kemudian beliau juga menjelaskan tentang sepak terjang program 3G Indonesia yang berdiri sejak tahun 2010 lalu yang sudah membina 1.700 siswa SMA se-Indonesia. “Program Beasiswa 3G Indonesia ini adalah beasiswa untuk siswa/i kelas 3 SMA tidak mampu dan tidak mempunyai prestasi akademik tapi memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk maju dan sukses. Biasanya beasiswa hanya ditujukan untuk siswa berprestasi, lalu siapa yang memperhatikan mereka?” jelas beliau.

Ketua YPI Al Azhar Bapak H. Muhammad Suhadi, S.KOM juga turut menghadiri acara tersebut. Beliau sangat mengapresiasi program 3G Indonesia yang selain memberikan bantuan biaya SPP dan UN, tetapi juga bimbingan belajar serta pelatihan untuk para guru-guru 3G seperti pada kegiatan seminar kali ini.

Tagged , ,

Related Posts

Leave a Reply