Timses Anies-Sandi Adakan Nobar Debat Pilkada di Kalibata City - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Timses Anies-Sandi Adakan Nobar Debat Pilkada di Kalibata City

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sekitar lima puluh orang tim sukses Paslon Anies-Sandi mengadakan Nontong Bareng (Nobar) Debat II Pilkada DKI di Cafe Pappa Jack Kalibata City, Jumat (28/1).

Lima puluh orang tersebut terdiri dari Warga Kelurahan Rawajati, Warga Kalibata City, para relawan, serta para Kader Partai PKS dan Gerindra.

Nobar tersebut diselenggarakan di Cafe Pappa Jack berlangsung meriah karena turut dihadiri pula oleh Juru Bicara Anies-Sandi, Nasir Djamil, hingga acara nobar usai.

Nasir meyakinkan kepada para relawan bahwa dari beberapa survei internal, pasangan Anies-Sandi ini menunjukkan bahwa warga Jakarta membutuhkan pemimpin baru.

“Warga jakarta tidak menutup mata mereka bahwa ada progres pembangunan infrastruktur di DKI. Tapi mereka ternyata membutuhkan pemimpin yang memberikan keteladanan,” terang Nasir.

Anggota Komisi III DPR RI tersebut kemudian melanjutkan bahwa selama ini warga Jakarta merasakan gubernur yang seperti penguasa dan bukan pemimpin.

“Karenanya keinginan dari Anies-Sandi adalah menjadi pemimpin yang memberikan keteladanan, pemimpin yang memersatukan,” ujar Nasir. ‎

Selain itu, Ketua Pelaksana Nobat Debat Pilkada DKI di Kalibata City, Ridwan Budiman, bersyukur bahwa antusiasme warga sangat tinggi dalam nobar kali ini.

“Alhamdulillah, nobar tadi malam dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sekaligus, kami juga berterima kasih kepada pihak pemilik cafe Pappa Jack Kalibata karena telah menyediakan tempat secara representatif dan menu yang enak di lidah,” jelas Ridwan.

BACA JUGA  Ketika Pengamat Politik Bicara Hukum Soal Pemakzulan Ahok

Menurut Ridwan, sejauh ini ketiga tim sukses telah memberikan surat pemberitahuan kampanye kepada Pihak Badan Pengelola Kalibata City. Hal itu dikarenakan saat pelaksanaan Pilkada 15 Februari 2017 mendatang, terdapat empat TPS yang akan ditempatkan di beberapa tower.

“Selain itu, kami juga memandang bahwa Kalibata City bukanlah gedung pemerintahan, tempat pendidikan, atau tempat yang dilarang sesuai UU Pilkada. Jadi, kami yakin tempat ini dapat menjadi contoh untuk menciptakan kedewasaan dalam berpolitik di apartemen lain di Jakarta,” tutur Tenaga Ahli DPR RI ini. (RDB)

Tagged , ,

Related Posts

Leave a Reply