SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Mengenal Bang Dzoel, Fotografer Difabel Profesional, Diapresiasi Dunia Internasional

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Tuhan tak pernah ciptakan hamba-Nya dalam kesia-siaan. Setiap makhluk yang diciptakannya, pasti bermanfaat dan bebannya telah disesuaikan menurut kadar kemampuannya.

Ya, itulah Achmad Zulkarnain. Pria yang kerap disapa Bang Dzoel ini, belakangan namanya menjadi sorotan apresiasi, mulai dari lokal hingga dunia internasional. Twitter AlJazeera English @AJEnglish pertama kali yang mengangkat sosok pria asli Desa Benelanlor, Kabat, Banyuwangi ini pada 3 Oktober 2017.

Siapakah dia? Dia adalah sosok fotografer profesional yang mengalami ‘kelebihan’ dalam fungsi tubuhnya alias difabel. Demi kian mengasah kemampuan fotografinya, dirinya tidak segan-segan datang ke Jakarta hanya untuk bertemu Ahli Fotografi Darwis Triadi.
​ Tercatat, dirinya pernah mendapat Rekor MURI atas upaya gigihnya itu.​


​Foto: Bang Dzoel belajar fotografi dengan Darwis Triadi​

“Hal yang paling konyol adalah ketika semua orang menganggap saya disabilitas. Tapi, saya punya cara sendiri dalam beraktivitas,” jelas Bang Dzoel yang mengoperasikan kamera “on-off” nya dengan mulut dan mengoperasikan fungsi shutter dengan sisa daging yang lebih di jemari tangan kanannya.

Dalam wawancaranya dengan Aljazeera, kondisi fisik berlebih Bang Dzoel itu sudah dialami sejak kecil. Untuk mobilitas, mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi di Banyuwangi ini, menggunakan modifikasi motor yang didesain sendiri olehnya.


“Saya pakai stir dari Go-cart, dan mesin dari motor. Ketika ada motor ke mana pun saya mau, oke,” jelas Bang Dzoel.

Untuk memperkenalkan karyanya ke dunia, Bang Dzoel mengunggah setiap karyanya di akun IG @bangdzoel_. Tercatat, telah lebih dari 30 karya fotonya telah ditampilkan, dan memiliki pengikut sebanyak 24 ribu followers.


foto: Bang Dzoel mendapatkan Rekor MURI atas karyanya sebagai Fotografer Difabel

BACA JUGA  Kebakaran (lagi) di Sumur Batu, Kemayoran

“Saya tidak ingin semua orang melihat fotografi itu bukan karena saya (difabel), tapi karena memang karya saya,” jelasnya yang pernah mengambil foto di atas ketinggian 2.800 di atas permukaan laut di kawah ijen dan tidak pernah menggunakan tripod untuk mengambil foto ini.

Meskipun demikian, dirinya tidak menampik sampai sekarang masih ada yang memandang sebelah mata terhadap dirinya. “Tapi tidak separah dulu,”

Nah, bagi anda yang ingin mengenal Bang Dzoel lebih jauh, bisa langsung kontak via surel ke zul@aosmotion.com atau mention ke akun instagramnya.

“Belajarlah untuk hidup seperti santan kelapa. Tak ada kesuksesan tanpa sebuah perjuangan” pesan Bang Dzoel untuk setiap kita.

Tagged

Leave a Reply