Marak Pelajar Bolos Saat Jam Sekolah, Dewan Kota Minta Tingkatkan Upaya Preventif - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Marak Pelajar Bolos Saat Jam Sekolah, Dewan Kota Minta Tingkatkan Upaya Preventif

Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat Ardy Purnawan Sani. (Foto: Fajrul Islam/SuaraJakarta)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Dua belas anak sekolah diamankan petugas Satpol PP Jakarta Pusat, Kamis (21/4). Mereka diamankan petugas karena kedapatan membolos saat jam pelajaran sekolah.

Petugas menemukan mereka dibeberapa lokasi di antaranya di Taman Kodok, Jalan Sidoarjo, Tamana Suropati, Tugu Proklamasi di Jalan Penataran, Menteng, Jakarta Pusat.

Razia yang dilakukan selama dua minggu tersebut, berhasil mengamankan pelajar baik yang duduk di bangku SMP maupun SMA.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat, Iyan Sofyan Hadi menegaskan, pihaknya menggelar razia anak sekolah secara rutin.

“Kita dapatkan kembali 6 pelajar yang bolos di lokasi wilayah Kecamatan Menteng,” kata Iyan, Kamis (21/4).

Selain itu, pelajar yang diamankan petugas juga diminta untuk membuat surat pernyataan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. Apabila kedapatan lagi para pelajar membolos, maka Satpol PP akan mengantar mereka ke sekolah bersangkutan dan diminta untuk memanggil orang tuanya agar memberikan efek jera.

“Kami akan terus memonitor sejumlah taman yang sering dijadikan tempat para pelajar nongkrong pada jam sekolah, sekaligus untuk antisipasi terjadinya aksi tawuran”, katanya

Upaya Preventif

Menanggapi fenomena itu, Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat Ardy Purnawan Sani meminta pihak sekolah di lebih mengupayakan peran-peran preventif agar tidak terulang kembali kejadian ini.

“Yang lebih berperan memang Kepala Sekolah, namun guru-guru Bimbingan Pelajar (BP) dan Komite Sekolah hendaknya juga turut serta melakukan tindakan preventif atas hal itu,” jelas Ardy di Jakarta, Jumat (22/4).

BACA JUGA  Dewan Kota Dan KUMKMP Sepakat Sarankan Penutupan Perlintasan Kereta Api Harus Dikaji Ulang

Beberapa langkah preventif itu, misalnya, rutin mengedepankan dialog antara pihak sekolah dengan orang tua pelajar, juga mendorong hubungan guru dan pelajar lebih setara agar proses transformasi nilai pendidikan itu tercapai.

“Juga yang tak kalah penting, adalah, menjadikan sekolah adalah ruang pendidikan yang fun dan memiliki area yang cukup untuk menyalurkan bakatnya. Karena masa remaja adalah masa transisi dari anak menjadi dewasa, mereka masih butuh ruang untuk bermain seperti mereka kecil,” jelas ayah dari empat orang anak ini.

Tagged , , , ,

Related Posts

Leave a Reply