“Kondisi Saat Ini Mirip Jelang Reformasi 98” - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

“Kondisi Saat Ini Mirip Jelang Reformasi 98”

suara jakarta cita cita reformasi 1998

suara jakarta cita cita reformasi 1998

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Juru bicara Jaringan 98 Ricky Tamba menjelaskan situasi saat ini mirip menjelang Reformasi 98 dahulu.

Hal itu dibuktikan dengan semakin melemahnya daya beli rakyat bahkan upah buruh harian hanya cukup untuk menyambung hidup.

“Perpecahan elit dan konflik antar lembaga pun kian terbuka, adu kuat tak peduli etika ketatanegaraan, cuek dengan nasib rakyat,” kata Ricy Tamba dalam rilis yang dikirimkan ke suarajakarta.co, Minggu (25/4).

Selain itu, organisasi yang diisi mantan aktivis ini menilai represivitas negara terhadap rakyatnya sendiri semakin meningkat yang ditandai dengan maraknya penggusuran terhadap pemukiman rakyat kecil, usaha kaki lima, hingga pemukiman nelayan.

“Alih-alih tak mampu jamin kehidupan layak, malahan pemerintah melakukan kekerasan atas nama kekuasaan. Kemiskinan dan pengangguran sesuai data BPS terus bertambah karena PHK buruh dampak kebijakan ketenagakerjaan yang tak kondusif bagi pelaku industri nasional,” tambah Ricky.

Potensi gerakan rakyat yang telah bergerak sektoral, lanjut Ricky, akan semakin menemukan titik puncaknya bila tercapai kesamaan analisa situasi nasional dan program tuntutan serta munculnya para tokoh yang diterima lintas sektoral.

Oleh karena itu, Jaringan ’98 mendukung penuh hak prerogatif Presiden Joko Widodo untuk merombak (reshuffle) Kabinet Kerja dan rekrut figur-figur nasionalis terbaik pro NKRI yang mampu kerja keras, cerdas dan tuntas penuhi janji Nawacita, sebagai salah satu jalan untuk selesaikan problematika kebangsaan dan akselerasikan visi-misi Presiden Jokowi di Pilpres 2014.

BACA JUGA  Jangan Hanya Duduk Di Belakang Meja, Camat dan Lurah Harus Berperan Aktif

“Mempertimbangkan kekuatan di parlemen sebagai satu-satunya dukungan bagi stabilitas pemerintahan adalah salah besar bila gerakan kritis rakyat yang memuncak tidak direspon tepat. Reshuffle kabinet harus mendinamisir positif kedua kekuatan, yakni parlemen dan gerakan rakyat. Yang harus diingat, setiap penggulingan pemerintahan selalu dimulai dari gerakan rakyat di jalanan, kemudian parlemen ketuk palu mendukung. Waspada gerakan kritis rakyat tagih janji Nawacita!” pungkas Ricky.

Tagged , ,

Related Posts

Leave a Reply