Jelang Hari Kartini, MRT Jakarta Perkenalkan Masinis dan Teknisi Perempuan, Siapa Saja? - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Jelang Hari Kartini, MRT Jakarta Perkenalkan Masinis dan Teknisi Perempuan, Siapa Saja?

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Hari Kartini akan jatuh pada Sabtu 21 April 2018 mendatang. Melihat antusiasme warga Indonesia, MRT Jakarta juga tidak ketinggalan untuk memperkenalkan Sumber Daya Manusia (SDM) perempuan, khususnya yang berada di Divisi operasi dan perawatan railway.

Kepala Divisi Operasi Mega Tarigan menjelaskan secara keseluruhan MRT Jakarta memiliki 320 tenaga pelaksana di lapangan. Sebagian besar yang direkrut, menurutnya, adalah lulusan baru (fresh graduated) dari beberapa akademi, politeknik, dan universitas.

“Karena kita akan operasi dengan standar internasional. Mereka yang masih muda ini baru belajar dan pengalaman praktiknya belum ada, jadi untuk lebih membuat mereka lebih trustee, kita ikutkan dalam On Job Training (OJT) bekerjasama dengan berbagai institusi yang ada di Indonesia,” jelas Mega dalam Coffee Talk di Wisma Nusantara, Rabu (18/4).

Beberapa lembaga yang memiliki kerjasama OJT dengan MRT Jakarta misalnya seperti LEN, khususnya untuk telekomunikasi dan persinyalan. Untuk kelistrikan bekerjasama dengan PLN untuk memelihara gardu induk di Taman Sambas, Blok M, Jakarta Selatan.

“Penanganan kelistrikan MRT Jakarta ini berbeda dengan Kereta Komuter (KCI). Kalau di KCI, gardu tersebar di beberapa tempat. Jadi, kalau ada problem di suatu lokasi, maka dicari gardu terdekat untuk segera diperiksa. Sedangkan, untuk MRT, kami satu pintu. Dari PLN tegangan 150 KV yang terpusat di Taman Sambas, lalu kita sebar ke seluruh stasiun,” jelas Asep Solihin Kepala Divisi Pemeliharaan MRT.

BACA JUGA  Hasil Trofeo 2015, Persija Evaluasi Lini Serang

Lalu, siapa saja Kartini MRT Jakarta yang utama untuk diperkenalkan?

Menurut Mega Tarigan, untuk posisi masinis, MRT Jakarta merekrut 41 orang, di mana enam di antaranya adalah perempuan. Menurut Mega, mereka mendapatkan pendidikan dari Malaysia yang terlebih dahulu mengoperasikan MRT sejenis.

“Kenapa tidak di KAI? Karena perbedaan teknologi, yang ada di MRT belum Ada Di KAI . Kebetulan teknologi yang paling dekat ada Di Malaysia yang lebih dekat dengan MRT. Juga dapat pengalaman mengemudi. Berstandar internasional untuk mewujudkan keselamatan dan kehandalan yang tinggi,” jelas Mega.

Beberapa masinis dan teknisi Kartini MRT Jakarta itu adalah Indri Yulia, Tiara Alicia Fitri, Nidya Laras Yuniarti, Rikhe Syahnita Ramanda, Putri Hapsari Surya, dan Elva Shobri.

Leave a Reply