Gubernur Anies Kirim Bantuan Tenaga Medis untuk Korban Gempa Palu - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Gubernur Anies Kirim Bantuan Tenaga Medis untuk Korban Gempa Palu

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan 22 personil tenaga medis untuk mengurangi tingkat kematian korban bencana gempa Palu-Donggala.

Tenaga medis ini tergabung dalam Tim Tanggap Ibukota yang terdiri dari berbagai instansi dan telah terlatih sebelumnya untuk mengevakuasi para korban.

Koordinator tenaga medis Tim ibukota Dokter Arsanto Tri Widodo Sp.OT memaparkan, ada 22 personil yang siap diberangkatkan ke Palu. Yang terdiri dari 2 dokter orthopaedi, 1 dokter obsgyn, 1 dokter spesialis anak, 1 dokter spesialis anestesi, 1 dokter bedah umum, 4 dokter gawat darurat, 9 perawat, 1 farmasi dan 2 petugas dari Dinkes DKI.

Dokter Arsanto juga menjelaskan para tenaga medis juga telah mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Palu nantinya.

“Kita tentu persiapkan kebutuhan pribadi dulu karena di sana kita relawan kita tidak boleh membani tuan rumah, misal baju celana sepatu cepat kering, sleeping bag, makanan minuman dan lainnya,” ujar dokter yang pernah empat kali dikirim ke daerah bencana alam itu.

Selain dokter yang pernah dikirim pada hari pertama pasca tsunami Aceh itu juga menjelaskan tenaga medis Tim Tanggap Ibukota juga akan membawa perlengkapan serta obat-obatan lengkap.

“Untuk kita nanti yang bekerja itu ada instrumen operasi, implan, obat, alat-alat habis pakai seperti alkohol antiseptic dan mungkin hampir 1 ton kita mau bawa,” paparnya.

Dokter Arsanto juga menegaskan tekadnya bersama Tim Tanggap Ibukota agar dapat mengurangi Mortalitas(tingkat kematian) akibat bencana alam di Palu.

BACA JUGA  Sering Digunakan Untuk Lintasan Tawuran, Jembatan Penyebrangan Orang di Kalibaru Minta Dirobohkan

“Kita bertekad mengurangi mortalitas atau kematian korban karena sebagian besar korban sebenarnya memiliki masih memiliki kemungkinan hidup tetapi karena tak secara cepat ditangani, bisa karena pendarahan atau tidak makan minum, sehingga meninggal terutama anak-anak,” tandasnya. 3f48a�{��

Leave a Reply