Forum Silaturahim RT Kalibata City Kecam Maraknya Kasus Prostitusi - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Forum Silaturahim RT Kalibata City Kecam Maraknya Kasus Prostitusi

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Forum Silaturahim RT (FSRT) Kalibata City mengambil sikap atas pemberitaan tentang maraknya kasus prostitusi yang berkembang belakangan ini.

Ketua FSRT, Eri Dwi Yuwanto, dalam keterangan persnya kepada suarajakarta.co, menegaskan ada tiga sikap dalam menyikapi hal itu. Menurutnya, penyikapan ini adalah kesepakatan dari 14 RT yang telah terbentuk secara resmi melalui SK Kelurahan Rawajati.

“Pertama, kami mengutuk adanya tindakan penyakit sosial apapun yang bisa merusak generasi bangsa, seperti prostitusi, narkoba, hingga perdagangan anak. Kami tidak pernah main-main soal itu, kehadiran RT adalah sebagai bukti dari hadirnya negara di lingkup perumahan vertikal seperti Kalibata City ini,” jelas Eri, Jumat (10/8).

Diketahui, pada April 2018 kemarin, 14 RT dari 14 tower telah disahkan oleh Lurah Rawajati, Rudi Budijanto. Tower-tower yang lain yang belum disahkan, seperti Gaharu, Mawar, Lotus, dan Raffles saat ini sedang dalam proses pengesahan.

“Kedua, FSRT juga mendukung kepolisian dalam upaya memberantas penyakit sosial tersebut, baik di level polda maupun polres. Kita setuju dan mendukung hal itu. Bahkan, kalau perlu, ada pos-pos polisi khusus yang ditempatkan di dalam lingkungan Kalibata City, sebagaimana kompleks hunian horizontal yang juga dijaga oleh polisi,” jelasnya.

Selain hal di atas, ketiga, FSRT juga mengajak semua pihak kerjasama dalam menjaga ketertiban di Kalibata City. Mulai dari Babinsa, Babinkamtibmas, dan sebagainya.

BACA JUGA  Dikhawatirkan Terlaksana, PBNU Minta Masyarakat Menolak Ide Sertifikasi PSK

“Termasuk, kami minta kepada Badan Pengelola agar memberikan akses seluas-luasnya agar kami dapat melakukan pendekatan ke warga, misalnya akses tiap lantai, adanya publikasi kepengurusan RT di mading tiap tower, penggunaan fasos fasum, hingga balai warga. Sudah saatnya Badan Pengelola membuka diri untuk mengakui adanya RT sebagai representasi negara yang diatur melalui Pergub 171/2016. Kalau Badan Pengelola siap kerjasama, kami pun akan respon positif,” tegas Eri.

Diketahui, pembentukan FSRT ini sendiri baru berjalan satu bulan terakhir. Adapun pengesahan FSRT ini telah diakui oleh pihak kelurahan Rawajati.

Beberapa kegiatan positif RT di Kalibata City pun telah berjalan, seperti Buka Puasa Bersama, Halal Bihalal, dan yang terdekat adalah lomba dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Tagged , , , ,

Related Posts

Leave a Reply