Earth Hour, Pemprov Ajak Warga Padamkan Lampu Pukul 8.30-9.30 Malam Ini, Yuk! - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Earth Hour, Pemprov Ajak Warga Padamkan Lampu Pukul 8.30-9.30 Malam Ini, Yuk!

(foto: okta/suarajakarta)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Dalam rangka melakukan kampanye Earth Hour pada Sabtu 24 Maret 2018, Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk memadamkan lampu selama satu jam.

Adapun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memimpin aksi kick off pemadaman lampu hari ini, Sabtu (24/3), di Pendopo Balaikota.

Menurut Anies, pemadaman lampu selama satu jam ini adalah aksi simbolis berisi pesan edukasi meningkatkan kesadaran masyarakat agar menghemat energi demi menjadikan Jakarta lebih lestari.

“Pemprov DKI Jakarta sangat mendukung komunitas-komunitas yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup dalam mengkampanyekan aksi global upaya pengendalian dampak perubahan iklim,” jelas Anies dalam rilis yang diterima suarajakarta.co, Sabtu (24/3).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji menambahkan bahwa pada Sabtu malam, lampu akan dimatikan selama satu jam di tujuh ikon kota Jakarta, yaitu Gedung Balaikota, Monas, Patung Tugu Tani, Patung Pemuda, Patung Sudirman, Patung Arjuna Wiwaha, Monumen Selamat Datang, dan juga di Simpang Susun Semanggi.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Kehutanan, dan PLN Disjaya. “Kami juga memadamkan lampu di bangunan-bangunan pemerintah, yaitu kantor Walikota dan Bupati, kantor Kecamatan, dan kantor Dinas”, lanjutnya.

Dalam acara kick off pemadaman lampu yang akan digelar Sabtu malam, Gubernur akan mengikuti talkshow bersama WWF Indonesia, Green Building Council Indonesia (GBCI), dan ICLEI. Talkshow membahas arti pentingnya hemat energi untuk mereduksi emisi gas rumah kaca. Aksi ini juga didukung oleh Komunitas Earth Hour Jakarta.

BACA JUGA  89 PKL Disidangkan Di PN Jakarta Pusat

Berdasarkan hasil inventarisasi emisi gas rumah kaca di Jakarta pada tahun 2015 dan 2016, sumber emisi terbesar adalah dari penggunaan listrik. Jakarta telah memiliki komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang dituangkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 dan Pergub No. 131 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

Jakarta juga telah melakukan aksi-aksi terkait efisiensi energi, antara lain mengganti lampu penerangan jalan umum dengan lampu LED ramah lingkungan di 185 ribu titik dan mengimplementasikan efisiensi energi di gedung-gedung dengan mengeluarkan Grand Design of Green Building Jakarta.

Leave a Reply