Digusur, PKL Tanaman Bunga Senayan: Yang Penting Kita Dibantu Pemindahannya - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Digusur, PKL Tanaman Bunga Senayan: Yang Penting Kita Dibantu Pemindahannya

Satpol PP Membongkar Lapak PKL di Johar Baru. (Foto: Irvan Siagian/SuaraJakarta)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Pedagang Kaki Lima (PKL) Tanaman Bunga dan Batu ditertibkan dalam rangka menjalankan Program Kawasan Senayan Bersih dari PKL, Rabu (18/5).

Pantauan suarajakarta.co, penertiban yang berlangsung tertib dan damai itu menggunakann satu alat berat, Shoffel milik Sudin Kebersihan untuk meluluh-lantakkan pedestrian yang sebelumnya dimanfaatkan PKL menggelar lapak. Satu persatu pot berukuran besar dan beberapa tanaman bunga yang ditinggal pedagang dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam mobil truk Kebersihan Jakarta Pusat.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede menuturkan, sebelum ditertibkan, pihak Pemkot Jakpus sudah terlebih dahulu sosialisasi kepada pedagang. Dirinya memberikan pemahaman kepada mereka bahwa lokasi yang ditempati untuk berdagang adalah salah tempat, karena pedestrian merupakan untuk pejalan kaki.

“Ada sekitar 115 PKL yang dibina Sudin KUMKM dan Perdagangan Jakarta Pusat, sedangkan 85 PKL lainnya bukan binaan juga kita ditertibkan,” ujar Mangara di sela-sela penertiban yang berlangsung kondusif tersebut kepada suarajakarta.co, Rabu (18/5).

Mangara menambahkan lokasi yang sudah ditertibkan tersebut akan ditata. Saat ini, pihaknya masih membicarakan apakah pihak GBK atau Dinas Binamarga Provinsi DKI Jakarta yang melakukan penataan pedestrian-nya. Yang jelas, kata Mangara, pedestrian ini akan dikembalikan fungsi semula untuk pejalan kaki.

“Agar PKL tidak kembali berjualan lokasi ini akan dijaga petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemkot Jakpus juga membantu pemindahan barang dagangan tanaman bunga dan batu,” katanya.

BACA JUGA  Potensi Kecelakaan, Traffic Light Pertigaan Hotel Mulia Senayan Pagi Ini Tak Berfungsi Optimal

Seorang PKL tanaman Bunga, Sigit (40) mengaku tidak keberatan dengan penertiban tersebut. Karena melanggar aturan Pemerintah dengan menggelar lapak dilokasi pedestrian yang seharusnya untuk pejalan kaki.

“Kita sih pasrah dan ikuti aturan, yang penting kita dibantu untuk pemindahannya”, tukasnya. (Irvan S)

Tagged , , , ,

Related Posts

Leave a Reply