SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

STIE Bisnis Indonesia Kampus Ciputat Hadirkan Terobosan Baru Dalam Dunia Pendidikan

SuaraJakarta.co, TANGSEL – Perguruan tinggi di Indonesia sepuluh tahun terakhir hingga saat ini konsepnya masih terbilang sama. Kurikulum yang dianut pun tidak jauh beda. Dari berbagai perguruan tinggi didominasi dengan promosi jika lulus maka akan kerja. Sampai-sampai ada yang menjanjikan dijamin kerja. Padahal, lulusan sarjana selayaknya mejadi pelopor dalam dunia industri yang menghadirkan terobosan-terobosan baru. Sehingga membentuk sebuah peradaban negara yang maju.

Kondisi ini berbeda dengan sebuah perguruan tinggi STIE Bisnis Indonesia Kampus Ciputat. Di kampus ini, telah dihadirkan terobosan-terobosan baru dalam dunia pendidikan dalam rangka menyongsong peradaban umat manusia.

Founder STIE BI Kampus Ciputat, H. Jaharuddin, SE, ME, mengatakan bahwa saat ini banyak kampus yang terjebak pada kegiatan rutinitas transfer ilmu dari dosen ke mahasiswa.

“Selama ini kampus terjebak pd rutinitas, transfer of knowledge. Idealnya kampus mengambil porsi pembentukan peradaban.” ujar Jahar memaparkan konsep pendidikannya di STIE BI Kampus Ciputat, Tangerang, Senin (29/8/2016).

Selain itu, Jahar menyayangkan bahwa selama ini mahasiswa didomonasi oleh manusia pencari gelar. Padahal, lanjut Jahar, seharusnya dunia kampus memberikan nilai tambah.

“Kampus memberi value added, bukan hanya gelar, s1, s2, atau s3. Harus lebih dalam dari itu dgn memberikan nilai tambah.” ungkapnya kepada SuaraJakarta.co.

Dari paparannya, Jahar membeberkan Konsep terobosan baru dalam dunia pendidikan yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Menurut Jahar, STIE BI Kampus Ciputat memiliki nilai lebih untuk menjadi pilihan dalam belajat di perguruan tinggi.

Di STIE BI Kampus Ciputat, mahasiswa akan mendapatkan nilai tambah, seperti perkuliahan non kurikulum.

“Seperti ekonomi Islam, bahasa inggris. Sehingga walaupun belajar ekonomi konvensional, saat yang sama juga belajar ekonomi islam. Jadi bisa berkontribusi dalam industri syariah yang sekarang booming,” tutur Jahar.

BACA JUGA  SEAHUM Sarankan Pengungsi Rohingya Tidak Digabung dengan Bangladesh. Mengapa?

Selain itu, mahasiswa dibekali ilmu agama dengan mentoring Agama Islam juga pembiasaan membaca Al-Quran. Bahkan sebagian yang terpilih menghapalkan Al-Quran dengan target hafiz 30 juz selama 4 tahun.

Untuk kontribusi mahasiswa ketika sudah lulus, Jahar mengatakan akan dicarikan kerja bagi yang ingin kerja.

“Saat ini STIE BI Kampus Ciputat dipercaya beberapa perusahaan untuk memfasilitasi rekrutmen karyawan. STIE BI membentuk unit tersendiri yang mengelola detil memfasilitasi calon mahasiswa dan mahasiswa yang ingin kerja, melalui taksasila learning center (tlc), yg tertarik buruan kontak tlc,” katanya.

Yang menarik lainnya adalah jika mahasiswa sudah cerdas, berpenghasilan, trus ada kelanjutannya, yaitu program pencarian jodoh.

“Kalau sudah lulus, ngapain lagi…ya ..nikah lah­čśŐ, STIE BI Ciputat fasilitasi dengan kuliah pra nikah. Jadi siap untuk nikah, berusaha cari jodoh, trus nikah. Ke depan kita berencana kegiatan membuka kanal curhat tentang rumah tangga , dan parenting,” papar Jahar.

Tagged ,

Leave a Reply