SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Catatan Buruk GIDI: Tak Hanya Umat Islam, Kristen Advent Papua pun Tidak Boleh Berdiri di Tolikara

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Catatan buruk mengenai aktivitas Gereja Injili di Indonesia (GIDI) tampaknya bukan kali ini saja. Menurut penelusuran dari kabarumat.com, Sabtu (18/7), rupanya tak hanya umat Islam yang mendapatkan intimidasi, umat satu agama (Katolik) namun beda aliran dengan mereka, yaitu Kristen Advent, juga diintimidasi.

Kristen Advent tak boleh berkembang di mana GIDI berada di daerah tersebut. Gereja Kristen Advent tak boleh berdiri dan pengikutnya wajib bergabung dengan GIDI.

Catatan buruk tidak hanya antar atau intra umat beragama saja, melainkan GIDI seringkali terlibat kerusuhan di Papua. Bahkan mereka berani menyerang salah satu batalion TNI di Wamena. Teror mereka juga dilancarkan kepada para pejabat Wamena.

Atas hal tersebut, GIDI dinilai sebagai ekstrimis, lebih tepatnya lagi teroris, yang didukung oleh pihak asing beserta misionaris asing. Ada kepentingan anti NKRI di tubuh GIDI.

Intervensi Asing

Sikap terorisme GIDI tersebut bukan tanpa dukungan di balik layar. Beberapa pihak menyebutkan ada kehadiran Negara Israel dalam mendukung aktivitas GIDI, khususnya yang terjadi pada penyerangan masjid di Tolikara, Papua kemarin (17/8).

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Poby Karmendra. Melalui akun facebook-nya, ia menulis bahwa banyak bendera dan simbol Israel di Tolikara.

“Tidak tahu kakak, mungkin karena banyak misionaris bebas berkeliaran. Jemaat Gereja di sana, sebagian besar ada Israel di belakangnya. Bendera dan lambang Israel ada dimana-mana,” tuturnya menjawab pertanyaan dari Monica Sari Suryadi, pada Jumat (17/8).

Dokter Tidak Tetap yang pernah mengabdi di Tolikara Papua selama 2 tahun tersebut juga menambahkan bahwa misionaris tersebut juga datang dari Eropa, Amerika, dan Australia.

BACA JUGA  Penggunaan Bendera dan Lambang Negara Israel di Tolikara Melanggar Hukum 

“Israel dan Misionaris dari Eropa, Amerika, dan Australia mudah saja masuk. Gak kayak zaman Soeharto dulu,”jelas alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Andalas tersebut.

Tagged , , , , ,

Related Posts

Leave a Reply