Vitamin C dan Umroh (Bagian 3: Kesimpulan) - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Vitamin C dan Umroh (Bagian 3: Kesimpulan)

JPMI Soroti Minimnya Pengawasan Terhadap Penyelenggara Umroh

JPMI Soroti Minimnya Pengawasan Terhadap Penyelenggara Umroh

Jadi, untuk mendapatkan manfaatnya, bagaimana dong cara mengkonsumsi vitamin C yang aman, efisien dan efektif?

Berikut tips yang harus diperhatikan:

1. Yang alami lebih aman.
Semua ahli sepakat, bahwa alam menyediakan beraneka sumber pangan. Bahan sintetis termasuk suplemen multivitamin dibuat untuk menggantikan jika yang alami tidak tersedia. Maka, pastikan kebutuhan harian vitamin C anda telah terpenuhi. Lima porsi buah sehari sebenarnya sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan harian, ini bisa analog dengan 400 mg vitamin C. Anda bisa mengkonsumsi masing-masing sebuah jeruk setiap setelah makan pagi, siang, malam, serta menjadikan buah lain sebagai kudapan saat menjelang siang dan menjelang petang. Jika ini sudah terpenuhi, sesungguhnya tidak ada manfaatnya menggunakan suplemen vitamin C, kecuali untuk menambah tebal kantong perusahaan farmasi.

Sayuran segar juga menjadi sumber vitamin C. Harus diingat bahwa pemanasan dan udara terbuka mengoksidasi dan menurunkan efektivitas vitamin C. Jika anda akan membuat jus buah, atau raw juice, makan segeralah minum dan habiskan. Karena membiarkan nya di udara terbuka ataupun lemaria es akan menurunkan kadar vitamin C nya.

2. Jangan berlebihan.
Manusia dewasa membutuhkan ‘hanya’ 90 mg vitamin C sehari, anak-anak hingga usia 5 tahun membutuhkan separuhnya. Ginjal memiliki kemampuan membuang sisa vitamin C yang tak terpakai. Setidaknya setengah jam setelah seseorang mengkonsumsi vitamin C, ginjal akan menyaring lalu membuangnya. Pembuangan melalui air seni ini akan membuat air seni menjadi lebih asam, sehingga beresiko terbentuknya lebih banyak kristal urin, hingga berujung terbentuknya batu saluran kemih. Pemberian dosis tinggi pada wanita hamil trimester pertama bahkan dilaporkan dapat menyebabkan keguguran. Waspada pula untuk kemungkinan kram perut, mual, muntah hingga diare jika mengkonsumsi dosis tinggi vitamin C.

BACA JUGA  Hikmah Dari Seorang Muthowifah

Seseorang yang mengkonsumsi 180 mg vitamin C, maka maksimal 90% nya saja yang akan diserap. Jumlah yang diserap akan menurun meskipun dosis yang dikonsumsi ditambah, bahkan hingga separuhnya tidak diserap oleh usus. Hanya dalam kondisi tertentu saja asupannya bisa ditambah, yaitu infeksi virus, kondisi stres, kelelahan, trauma fisik, perokok berat dan beberapa kondisi lain.

3. Jalur oral lebih aman.
Dalam kondisi normal, asupan segala obat diutamakan melalui jalur oral atau mulut. Pemberian suplemen atau obat suntikan menjadi pilihan dalam kondisi seseorang tidak sadar, mengalami gangguan makan (muntah-muntah, sariawan parah dll), gangguan penyerapan atau gangguan saluran cerna lain.

Pada individu sehat, seyogyanya pemberian melalui jalur suntikan tidak menjadi pilihan.Selain rasa nyeri, panas dan kemerahan di sekitar tempat suntikan, pelarut atah bahan yang dipakai dalam obat suntik dapat berpotensi menimbulkan gejala alergi ringan, hingga berat berupa syok, yang tentu saja berpotensi menimbulkan kematian.

4. Vitamin C bukanlah vitamin dewa.
Zat ini memang penting dalam pembentukan kolagen, penyembuhan luka, mencegah kanker, penyakit jantung dan scurvi. Namun untuk menjadi sehat perlu kerja sama berbagai zat lainnya, yaitu vitamin A, D, E, K, B kompleks, kalsium, magnesium, serta berbagai mikronutrien lain. Tubuh juga membutuhkan protein, karbohidrat, lemak.

Untuk menjadi sehat, jangan terpaku pada vitamin C saja. Untuk menjalankan perjalanan, salah satunya perjalanan umroh, tak butuh hanya vitamin C saja agar perjalanan bisa dilalui dengan tubuh fit. Maka konsumsilah berbagai aneka jenis makanan, lauk-pauk, buah dan sayuran. Jikalau memang dirasa perlu, gunakan suplemen dengan kandungan gizi yang wajar. Ini bisa dibaca pada kemasan suplemen, perhatikan: pilihlah yang komposisi zat aktifnya tidak jauh dari % AKG (angka kecukupan gizi).

BACA JUGA  Fakta atau Mitos Konsumsi Buah Pepaya Bisa Menyebabkan Batu Ginjal?

5. Biasakan hidup sehat.
Untuk sehat, tak melulu soal pola makan sehat. Namun juga disertai pola hidup sehat. Disarankan pula agar melalukan olah raga teratur tiga kali sepekan selama setidaknya 30 menit, istirahat yang cukup, berpikir positif, menjaga kebersihan badan serta menjauhi rokok.

Salam sehat!

Penulis: Sari Kusuma

Tagged ,

Related Posts

Leave a Reply