Stroke, Apa Saja yang Harus Anda Ketahui - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Stroke, Apa Saja yang Harus Anda Ketahui

ilustrasi. (Foto: IST)

Oleh: Dr. Sari Kusuma

Dalam istilah medis, stroke disebut sebagai CVD, Cerebro Vaskular Disease, yaitu suatu penyakit pada otak yang disebabkan gangguan peredaran darah di otak. Gangguan tersebut bisa terjadi karena pembuluh darah yg pecah sehingga darah keluar ke rongga otak lalu membeku mengganggu fungsi otak (stroke hemoragik) atau pembuluh darah yang mampet karena tersumbat bekuan darah atau embolus (stroke iskemik).

Akibatnya, tentu saja fungsi otak di daerah yang diperdarahi menjadi terganggu. Sehingga gejalanya pun bervariasi sesuai dengan daerah otak yang terkena, namun MENDADAK dan muncul TIBA-TIBA, misalnya:

– pelo/cadel, tidak bisa membuka mata, wajah lumpuh sebelah
– kaki tangan lumpuh atau lemah, sebelah
– bingung, tidak mengenali orang, marah-marah, atau dapat juga tidak mampu memahami perkataan orang
– pusing, vertigo, nyeri kepala hebat mendadak, kesulitan berjalan atau tidak sembang
– buta, tuli, baik sebelah atau kedua indera
– pingsan, hingga kejang, ini biasanya paling sering terjadi pada stroke hemoragik.

Gejala ini bisa bertahan, atau tiba-tiba menghilang sendiri. Jika gejala tiba-tiba hilang, maka inilah yang disebut TIA (Transient Ischemic Attack), alias stroke ringan, yang tidak meninggalkan gejala permanen. TIA mungkin sekali berulang, dan mungkin sekali bisa berubah menjadi stroke yang sebenarnya. Karena itu TIA pun perlu ditangani segera oleh dokter.

Namun demikian, gejala tersebut tak bisa diabaikan, sebab otak memiliki golden period. Yaitu periode emas di mana jika gangguan pembuluh darah diatasi, maka kerusakan otak permanen yang lebih parah bisa dicegah. Sebab otak adalah organ yang paling sensitif, lewat sekian menit dia tidak mendapat oksigen dari darah, ia akan segera rusak, dan tak akan bisa diperbaiki lagi.

BACA JUGA  Hati-hati Menggunakan Earphone, Ketahui Cara Membersihkannya Agar Tidak Terinfeksi Kuman

Apa langkah pertama jika mengalami gejala stroke? Segera cari pertolongan dokter. Menyia-nyiakan waktu dengan melakukan tindakan pertama semisal tusuk jarum di jari, atau yang lainnya hanya akan menghabiskan golden period ini. Pada gejala kejang atau tak sadarkan diri, sebisa mungkin pastikan ybs segera diposisikan di tempat yang aman, jika tidak sadar posisikan tidur miring ke kiri untuk mencegah tertutupnya jalan nafas oleh lidah yang jatuh.

Mengapa pembuluh darah bisa mampet pada stroke iskemik? Sebagian besar stroke adalah jenis ini. Sumbatan dapat disebabkan bekuan darah yang timbul akibat pengerasan dinding pembuluh darah atau timbunan lemak. Hipertensi, dislipidemia (atau yang umum dikenal sebagai kolesterol tinggi), diabetes, gangguan pembekuan darah, AIDS, penyakit jantung, pengentalan darah, merokok, mengkonsumsi alkohol, pengalahgunaan obat/zat adiktif dan banyak hal lain bisa menyebabkan hal ini.

Sementara pembuluh darah bisa pecah lalu menimbulkan stroke, disebabkan oleh lemah atau mengerasnya dinding pembuluh darah. Hipertensi, diabetes, dislipidemia, penyakit jantung, merokok, penyalahgunaan alkohol dan obat/zat adiktid, obesitas dan banyak hal lain dapat menyebabkan hal ini.

Sehat adalah nikmat sekaligus amanah. Tugas setiap individu adalah menjaga kesehatan dirinya. Pada dasarnya, untuk dapat hidup sehat, umumnya hanya lima hal yang harus dilakukan:

1. Berolahraga rutin dan teratur. Frekuensi olah raga rutin adalah paling sedikit 3 kali seminggu, durasi minimal 30 menit perkali. Anda tidak dapat menghitung jadwal main bola sepekan sekali sebagai olah raga rutin. Atau berjalan ke masjid yang hanya ditempuh kurang dari 10 menit perjalanan sebagai olah raga. Itu tidak cukup. Olah raga aktif dengan durasi yang sama ini bisa berupa mencuci mobil/ motor, bersepeda, joging, mengepel ruangan yang luas atau aktif naik turun tangga dengan durasi yang sama.

BACA JUGA  Sakit Flu, Hidung Meler? Jangan Buru-buru Minum Obat! Karena Ada Cara Praktis Hanya Menggunakan Air Putih Di Kepala

2. Makan sehat dan seimbang, cukup minum. Sehat berarti memenuhi semua kebutuhan gizi, yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan zar gizi makro lain. Sayur dan buah sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi segar, sebab kandungan beberapa vitamin akan hilang dengan pemanasan, atau pengejusan yang disimpan lama. Serat yang didapat dari buah dan sayur juga bagus untuk mengurangi penyerapan lemak. Semua unsur makanan ini harus seimbang, tidak mungkin menggantungkan pd satu jenis zat tertentu. Pemanasan berlebih juga dapat merusak zat gizi lain, serta menambah unsur perusak sel pada jenis zat tertentu, misalnya pada minyak goreng, atau makanan yg berulang dipanaskan.

3. Menjaga kebersihan. Kuman dan parasit membuat tubuh bekerja lebih keras dan membutuhkan energi lebih untuk tetap sehat.

4. Menghindari stres, berpikir positif. Stress membuat tubuh bekerja lebih berat, sehingga banyak energi terbuang.

5. Istirahat yang cukup. Beberapa bukti menyebutkan, kurang tidur memperberat obesitas, menyebabkan penyakit jantung, dan menaikkan tekanan darah. Beberapa bulan lalu seorang CEO asal India yang sangat aktif berolahraga dan menjaga pola hidup sehat meninggal mendadak karena serangan jantung. Ia tidur total kurang dari 5 jam per hari. Para ahli jantung memang menyarankan tidur cukup, 5 hingga 7 jam sehari. Namun tidur berlebih juga tidak disarankan, sebab dapat pula menjadi pemicu penyakit jantung.

Semua poin tersebut harus dikerjakan simultan. Tidak ada suplemen dewa apapun yang dapat menggantikan olah raga, atau dapat menggantikan pola makan seimbang apapun agar tetap sehat. Pun, tidak ada olah raga seberat atau seajaib apapun modifikasinya, yang dapat menggantikan makan sehat seimbang atau istirahat yang cukup. Juga, tak ada obat mujarab apapun yang bisa menggantikan istirahat yang cukup serta pola hidup sehat lainnya. No pain no gain, tidak ada badan dan jiwa yang sehat tanpa usaha yang sehat.

BACA JUGA  Hamil Pertama Kali, Bagaimana Tips-Tipsnya?

Salam sehat!

Tagged

Related Posts

Leave a Reply