Senyum Duchenne: Rahasia Panjang Umur - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Senyum Duchenne: Rahasia Panjang Umur

SuaraJakarta.co, KESEHATAN – Dompet tipis tapi masih ingin sedekah? Tersenyumlah! Selain menyehatkan, senyum sejak usia dini juga membuat masa depan lebih baik.

Penelitian yang dilakukan di Inggris menyatakan bahwa satu kali tersenyum bisa menimbulkan stimulasi di otak yang setara dengan makan 2000 batang coklat. Dan ketika seseorang tersenyum, maka hormon bahagia yaitu endorfin akan diaktifkan, sementara hormon stress akan turun. Jadi, dengan senyum Anda bisa bahagia serta menghemat banyak rupiah.

Hal ini dijelaskan oleh Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi dalam acara peringatan World Oral Dental Day beberapa waktu lalu, seperti dimuat oleh majalah DentalHealth edisi April 2014.

Dan untuk mewujudkan senyum sehat, menurut Vera, perlu dukungan kondisi rongga mulut dan gigi yang sehat sejak dini.

Dan tahukah Anda bahwa ternyata ada satu jenis senyum yang sangat memberikan energi positif. Sebutan senyum tersebut adalah Duchene Smile. Senyum Duchene adalah satu jenis senyum yang tak hanya melibatkan mulut hingga menampakkan gigi, namun juga melibatkan mata. Mata senyum Duchene terlihat menyipit, kadang timbul sedikit kerutan di bagian luarnya.

Istilah ini merujuk pada nama penemu senyum. Duchene de Bolougne adalah pakar fisiologi yang menemukan senyum ini pada abad ke-18. 

Apa kelebihan senyum ini? Sekelompok mahasiswa diteliti, jenis senyumnya dicatat, kemudian diikuti masa depan mereka 30 tahun kemudian. Dan terbukti, mahasiswi yang nampak tersenyum ala Duchene memiliki masa depan yang lebih baik. Penelitian tentang senyum Duchene juga pernah dilakukan  terhadap pemain baseball. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka bisa hidup tujuh tahun lebih lama daripada mereka yang tidak mau senyum dengan gigi terlihat.

BACA JUGA  Rahasia Terbebas Dari Bakteri Salmonella dan E. Coli Yang Berbahaya Saat Di Rumah

Jadi mulai sekarang, maksimalkan senyum Anda. Selain jadi lebih panjang umur, Anda pun tak perlu sering-sering mengunyah coklat untuk berbahagia, cukup dengan senyum.

Penulis: Sari Kusumawati, MD

Tagged , , , ,

Leave a Reply