Selain Dibilang Nambah Subur, Ternyata Ada 5 Ungkapan Lain Yang Menyayat Hati Saat Mudik Lebaran - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Selain Dibilang Nambah Subur, Ternyata Ada 5 Ungkapan Lain Yang Menyayat Hati Saat Mudik Lebaran

Calon pemudik di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Foto: Fajrul Islam/SuaraJakarta)

SuaraJakarta.co – Saat lebaran, aku dan orang tua ku pulang kampung. Orang sini bilangnya mudik. Saat di kampung, seperti biasa, teman-teman pada datang ke rumah. Karena sudah lama tak berjumpa, aku sangat merasa senang sekali bisa ketemu teman lamaku.

Esok harinya, seperti biasa, tradisi orang kampung adalah salam-salaman ke setiap rumah tetangga. Ternyata yang datang ke rumah ku lumayan ramai. Biasa, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman tongkrongan, dan teman pengajian masa kecil.

Saat bertemu, teman-temanku pada berkomentar soal penampilan baru ku. Ada yang bilang aku nambah cantik. Aku nambah putih. Aku nambah tinggi. Dan yang agak menyakitkan aku dibilang nambah subur. Karena badanku agak lebih besar dari sebelumnya. Sebenarnya hal ini yang membuatku tidak percaya diri. Walau aku makin gemuk, tolong dong jangan berkata “kamu kok makin gede”, karena ungkapan ini bikin aku merasa hancur.

Selain itu,bada 5 ungkapan lain yang bikin aku merasa tersayat-sayat. Eh lebay deh.

Tapi serius, 5 ungkapan ini bikin aku tambah down. Inilah bedanya wanita dengan laki-laki. wanita lebih sensitif soal penampilan. Sedangkan laki, cuek bebek aja.

Pertama, “Kamu kok ga bawa mobil. Seperti si itu lho, sudah sukses bisa beli mobil”

Kedua, “Kamu kapan nikah nya? Tiap mudik kok masih sendiri”

Ketiga, “Tahu ga, mantan kamu itu sekarang sudah nikah sama si Ani. Cantik banget istrinya”

BACA JUGA  Bukan Kisah Romantis

Keempat, “Mana THR nya? (Ngomongnya di depan umum)”

Kelima, “Suamiku beliin aku kalung emas, kamu sendiri kapan bawa emas-emas ya? Mas Andre”.

Tahu ga sih, kita mudik karena mau silaturahim. Kangen pada eyang dan Mbah. Bukan mau pamer mobil, emas, atau ngasih undangan nikah. Tahu ga sih kalau ungkapan itu bikin aku sakit tau.

Itulah sepenggal kisah pengalaman seorang wanita yang merasa lebarannya paling buruk.

Semua wanita menginginkan dihargai. Apapun bentuknya, tetaplah saling menghargai dan menyayangi. Karena wanita ingin dimengerti. (RDB)

Leave a Reply