SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Menyiasati Keuangan Pasca Kenaikan BBM

suara-jakarta-dampak-kenaikan-harga-bbm-bensin-premium-bersubsidi-langka

Ilustrasi. (Foto: Fajrul Islam/SuaraJakarta)

Dalam menghadapi kondisi sulit secara keuangan, baik itu karena kenaikan harga bbm maupun sebab lainnya, kita perlu mengevaluasi kembali keuangan kita. Bahkan kalau perlu lakukan reboot atau restart keuangan.

Bagaimana caranya melakukan reboot atau restart keuangan? Sama seperti komputer, dengan menekan sekaligus tombol Ctrl+Alt+Del. Yuk kita bahas strategi Ctrl+Alt+Del dalam keuangan.

1. Control atau Kontrol

Ambil alih kontrol terhadap keuangan kita. Tak mungkin melakukan evaluasi jika kita tidak punya kontrol terhadap kondisi keuangan kita sendiri. Semua pengeluaran ada dalam kendali, kita tahu semuanya. Dan semua pengeluaran dilakukan dengan sadar dan sukarela, tidak ada pengeluaran yang terpaksa.
Coba teliti kembali pengeluaran apa yang rutin kita bayarkan setiap bulan dan berapa nominalnya, mana yang rutin dibayarkan setiap tahun, dan pengeluaran apa saja yang tidak rutin tapi perlu diantisipasi.

2. Alternate atau alternatif, yaitu selalu terbuka untuk semua alternatif yang ada

Sekarang saatnya untuk mempertimbangkan semua alternatif yang ada. Misalnya dengan naiknya harga BBM, apa saja alternatif untuk pengeluaran transportasi?
Yang biasa naik mobil atau sepeda motor, alternatifnya adalah sesekali menggunakan angkutan umum, sepeda bahkan jalan kaki. Terbuka juga alternatif untuk kerja dari rumah, bergantian bawa kendaraan dengan teman, dan sebagainya.

Makan adalah kebutuhan, tapi ada banyak alternatif untuk pengeluaran makanan. Bisa makan di luar atau masak sendiri. Makan di luar pun banyak alternatifnya, restoran, cafe, warung. Menu pun beragam alternatifnya. Semua alternatif itu tentunya berpengaruh juga kepada harganya.
Tidak ada alternatif yang tidak mungkin, yang ada hanyalah alternatif yang kita tidak mau ambil karena tidak mau menjalani konsekuensinya. Ingat, poin pertama, semua dalam kontrol kita. Maka mengambil alternatif yang mana pun terserah pada kita sendiri, dengan segala konsekuensinya.

BACA JUGA  Tarhib Ramadhan RZ : Gerakan Sejuta Tanaman Hingga Menerima Penghargaan Raksa Prasada

3. Delete atau hapus. Hapus pengeluaran yang tidak perlu

Hapus pengeluaran yang tidak terlalu penting dan tidak perlu. Atau setidaknya, hapus sebagian frekuensinya untuk menghemat. Walaupun terkesan kurang penting, liburan itu perlu. Yang bisa kita hapus adalah biaya oleh-oleh yang berlebihan.

Semua pengeluaran bisa kita Ctrl+Alt+Del untuk menghemat. Biaya transportasi misalnya, ambil kontrol dengan menjadikan pengeluaran itu sukarela bukan terpaksa. Terbuka dengan alternatif downgrade jenis kendaraan, upgrade ke kendaraan baru yang lebih hemat energi, gunakan kendaraan umum, sepeda, jalan kaki, nebeng, dll. Delete yang tidak perlu misalnya melalui jalan tol di saat kondisi jalan non-tol sedang sepi.

Biaya utilitas (telepon, listrik, dll) kita kontrol penggunaannya, tidak ada yang “bocor”. Alternatifnya adalah gunakan lampu LED yang jauh lebih hemat energi, nyalakan hanya di saat diperlukan, gunakan paket kuota, dll. Dan delete yang tidak perlu misalnya matikan paket data dan gunakan wifi saat di area ber-wifi.

Penulis: Ahmad Gozali, Independent Financial Planner, Wealth Optimizer, Chairman of Zelts Consulting

Tagged , ,

Related Posts

Leave a Reply