SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Sebagai Upaya Bisnis, Sosial Media Marketing Harus Dikelola Sungguh-Sungguh

Media Sosial VS Media Mainstream

Media Sosial VS Media Mainstream

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Ketika didesain dan diluncurkan pertama kali, media sosial seperti Twitter, Facebook, Vine dan Instagram tidak dimaksudkan secara spesifik untuk digunakan sebagai business campaign tool. Media sosial adalah tempat berbagi hal-hal yang sifatnya sosial dan personal. Setidaknya untuk para penggunanya. Bagi developernya, ada motif bisnis pasti, baik langsung maupun tidak.

Pada perkembangannya, kanal media sosial dijadikan corong media alternatif oleh para pemilik bisnis, baik level koperasi, UKM hingga perusahaan besar skala internasional, penanggungjawab media dan para pengiklan di organisasi-organisasi itu belum bersedia berubah. Terutama dalam hal ukuran keberhasilan. Dalam cara pandang lama, keberhasilan iklan diukur dari frekuensi dan reach (jangkauan), karena audiens pasif dan pesan (iklan) melaju hirarkis : top-down flow.

Sekarang, media sosial bertujuan menimbulkan percakapan (conversation) dan keterlibatan (involvement) dengan pola komunikasi yang mendatar dan referral. Karenanya, perusahaan tidak bisa memikirkan seberapa besar return yang terjadi dengan kacamata tradisionalnya. Selain karena minimalis dari sisi jumlah angka untuk iklan digital, perusahaan justru harus memikirkan berapa ‘investasi’ yang dikeluarkan oleh prospek atau konsumennya. Makin besar makin baik.

Investasi oleh konsumen disini dimaksudkan adalah waktu yang mereka habiskan dengan kanal media digital (termasuk media sosial) yang perusahaan kelola. Makin dekat, makin suka dan makin terlibat konsumen dengan kanal media yang perusahaan kelola, makin baik itu artinya. Dalam level ideal, tujuan media sosial adalah mengubah dan mengarahkan perilaku. Oleh sebab itu, mengelola media sosial untuk bisnis tidak bisa seperti mengelola kanal personal. Karena orientasinya bisnis, maka upayanya perlu serius. Mengelola kanal media sosial untuk bisnis tidaklah sederhana.

BACA JUGA  Jangan Mau Jadi Korban Penipuan Investasi (Lagi)

Oleh @endykurniawan (Twitter, Path, Instagram dan Facebook) – www.endykurniawan.com

Tagged ,

Related Posts

Leave a Reply