Kenali Kecurangan Finansial Perusahaan Anda - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Kenali Kecurangan Finansial Perusahaan Anda

SuaraJakarta.co, BISNIS – Kecurangan atau fraud merupakan kasus yang sering terjadi dalam perusahaan namun sulit dideteksi. Sayangnya, hanya sedikit pebisnis yang peduli pentingnya memberantas kecurangan dalam perusahaan. Jika lengah sedikit saja, maka uang perusahaan dapat habis digunakan tanpa menghasilkan keuntungan yang berarti. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenal pelaku-pelaku fraud atau kecurangan ini. Siapa saja pelaku fraud?

Berdasarkan posisinya, pelaku fraud dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Kecurangan Pegawai (Employee Fraud)

Sebagian besar pelaku fraud dalam perusahaan adalah pegawai yang seringkali merupakan orang kepercayaan atau orang terdekat Anda. Kecurangan pegawai dapat berbentuk kecurangan penggajian (payroll fraud) seperti pembayaran gaji yang berlebihan , penggelapan dana (skimming schemes) yang biasanya untuk kepentingan pribadi, dan kecurangan penjualan dan pembelian dalam pencatatan buku besar (sales & purchase ledger fraud) seperti tindakan menambah atau mengurangi pendapatan dan pengeluaran.

2. Kecurangan Manajemen (Management Fraud)

Kecurangan manajemen atau management fraud adalah kecurangan laporan keuangan yang dilakukan pihak manajemen dengan tujuan untuk menipu investor. Bentuk kecurangan manajemen bermacam-macam seperti penggelapan dana, manipulasi laporan keuangan, atau praktik penyuapan.

Seperti namanya,pelaku management fraud biasanya memiliki kedudukan tinggi dalam perusahaan seperti CEO (Chief Executive Officer), COO (Chief Operating Officer), atau CFO (Chief Financial Officer). Bahkan dalam beberapa kasus seperti kasus Lehman Brothers, sebuah perusahaan layanan finansial global yang mengalami kebangkrutan besar sepanjang sejarah Amerika, praktik kecurangan sering melibatkan pihak audit perusahaan, baik auditor internal maupun firma audit seperti Ernst & Young.

BACA JUGA  Jika Rupiah Makin Lemah, Aset Indonesia Bisa Dijual Murah

3. Kecurangan Pihak Ketiga (Third Parties Fraud)

Third parties fraud atau kecurangan pihak ketiga merupakan kecurangan yang sering dilakukan pihak di luar perusahaan, seperti pihak supplier. Contoh kecurangan yang sering dilakukan pihak luar perusahaan adalahfalse billing. Pemberi false billing akan membuat Anda membayar tagihan-tagihan palsu dengan menyamar menjadi supplier dan membuka akun-akun palsu. Melalui berbagai alasan palsu, mereka akan meyakinkan Anda untuk mengirimkan uang yang harusnya diterima supplier Ankda ke akun mereka.

Ciri-ciri pelaku fraud

Menemukan kecurangan fraud dalam perusahaan bukanlah hal sulit. Berikut ini merupakan ciri-ciri utama pelaku fraud yang mudah dikenali.

1. Memiliki posisi tinggi atau memegang bagian finansial

Seperti jenis pelaku fraud di atas, orang yang melakukan kecurangan biasanya memiliki jabatan tinggi atau memegang posisi dalam departemen keuangan. Karena terlalu dipercaya dan jarang dikontrol, mereka dapat mengubah laporan keuangan tanpa sepengetahuan Anda.

2. Sering bekerja lembur

Jangan terlalu senang jika Anda memiliki pegawai yang suka bekerja lembur dan jarang mengambil cuti. Bukan karena Anda harus membayar uang lembur atau menaikkan gaji. Kenyataannya, kecurangan perusahaan yang dilakukan oleh pegawai seringkali dilakukan pada malam hari ketika Anda sedang beristirahat agar tidak ada yang melihat.

3. Suka bekerja sendiri

Berhati-hatilah jika Anda memiliki pegawai yang suka bekerja sendiri. Biasanya pegawai yang memiliki ruangan atau tempat kerja pribadi lebih rentan untuk melakukan kecurangan. Anda dapat menilai pegawai Anda saat Anda menghampiri atau melakukan inspeksi mendadak terhadap pekerjaan mereka. Jika mereka terlihat tidak nyaman atau tegang, maka mungkin ada sesuatu yang disembunyikan.

4. Gaya hidup mewah

Tidak mudah bagi seorang pegawai untuk memiliki mobil atau barang mewah lainnya. Jadi, jika Anda melihat perubahan gaya hidup pada pegawai Anda hanya dalam waktu beberapa bulan, saatnya bagi Anda untuk melakukan penyelidikan, khususnya pada kondisi keuangan perusahaan.

BACA JUGA  Menabung Emas untuk Haji & Umroh

5. Memiliki kesulitan ekonomi

Jangan berpikir bahwa semua pelaku fraud adalah orang jahat. Orang baik sekalipun dapat merusak kepercayaan atasannya demi kebutuhan keluarga atau hal penting lainnya. Contohnya, seorang pegawai jujur dapat mencuri uang perusahaan demi biaya operasi anaknya.

Sekarang Anda telah mengetahui jenis serta ciri pelaku fraud dalam perusahaan. Dengan demikian, Anda dapat mengingatkan diri sendiri maupun pegawai untuk menjauhi aktivitas ilegal ini. Mari berantas pelaku kecurangan dan bangunlah perusahaan yang bersih dan sehat!

Tagged

Leave a Reply