SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Investasi Kok Nunggu Pensiun

(Foto: IST)

(Foto: IST)

(Foto: IST)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Selain niat berbisnis, investasi juga dianggap merepotkan di masa produktif, terutama karyawan, sehingga sebagian kita memilih untuk menundanya. Dua alasan malas berinvestasi adalah TAK PUNYA UANG dan TAK PUNYA ILMU. Uang untuk investasi menunggu besar dan (dianggap) akan diterima saat pensiun. Ilmu menunggu matang dan perlu waktu khusus untuk mempelajarinya nanti ketika luang sepenuhnya.

Pensiun adalah fase menikmati. Jika passive income jadi pilihan maka saat itulah karyawan hidup nyaman memasuki masa purna karya, hidup layak dari pendapatannya. Pensiun juga adalah fase hidup makin layak jika memungkinkan, misalnya ketika bisnis (atau investasi aktif) yang dibangun 10 tahun sebelumnya telah mantap dan berkembang sehingga menjadi sumber income yang luar biasa.

Di masa produktif, banyak pilihan investasi pasif maupun aktif yang tetap bisa dijalankan sambil bekerja. Misalkan menabung (sekaligus berinvestasi) menyelamatkan dana lebih bulanan dalam bentuk logam mulia, emas khususnya. Karena naik secara tahunan tak pernah lebih rendah daripada inflasi, maka emas cocok untuk mempertahankan standar hidup layak memasuki masa pensiun nanti. Saat dimana fisik dan akal seseorang tak sekuat masa mudanya.

Penulis: Endy Kurniawan @endykurniawan, Coach, trainer dan Penulis Seputar Bisnis, Keuangan dan Investasi

BACA JUGA  Haruskah Masa Pensiun Ditakuti?

Tagged ,

Related Posts

Leave a Reply