5 Soal-Jawab Investasi Emas (bagian 2) - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

5 Soal-Jawab Investasi Emas (bagian 2)

suara jakarta emas batangan investasi logam mulia

Ilustrasi. (Foto: IST)

suara jakarta emas batangan investasi logam mulia

Ilustrasi. (Foto: IST)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Jika investasi emas dianggap menguntungkan, bagaimana langkah-langkah memulainya? Bagaimana membuat investasi pasif seperti emas bisa membawa maslahat bagi orang banyak? Ikuti penjelasan-penjelasan berikut ini

3. Bagaimanakah cara berinvestasi emas yang paling tepat? Apakah perlu ikut membeli beberapa program investasi emas yang sekarang banyak ditawarkan? Jika perlu, program seperti apa yang layak?

Jawab : Sebagai investasi pasfi yang fungsinya lebih untuk menjaga nilai aset, maka tidak ada yang lebih mudah dari investasi emas, yaitu membelinya, menyimpan kemudian menjualnya ketika dibutuhkan. Penawaran yang banyak beredar saat ini bisa dibagi 2 besar :

1. Penawaran untuk kepemilikan, seperti skema cicilan atau murabahah emas yang disediakan bank syariah dan pegadaian syariah
2. Penawaran yang me’manufaktur’ emas seolah sebagai investasi aktif dengan cara beli-gadai bertingkat, investasi emas dengan skema cash-back dan kepemilikan saham pertambangan emas.

Yang nomor 2 di atas perlu hati-hati terkait ijin operasi, resiko investasi dan lisensi syar’i. Karena banyak kejadian penipuan yang belakangan ini terjadi. Untuk memproduktifkan emas hanya ada dua cara : memperjual-belikannya seperti layaknya toko emas atau menggadai/ menjualnya untuk kemudian diinvestasikan ke jenis investasi aktif lain seperti properti atau bisnis riil/ perdagangan.

4.Sejatinya mengelola kekayaan bukan hanya sekedar mengakumulasi, lalu bagaimana emas bisa memberikan mashlahat bagi banyak orang?

Jawab : Harta yang baik adalah yang beredar dan menetes ke level ekonomi di bawahnya. Karena minat masyarakat sangat besar 4 tahun terakhir untuk berinvestasi emas, maka bank dan lembaga keuangan non bank membuka layanan kepemilikan emas dengan berbagai skema. Tentu mereka mendapatkan keuntungan, dan keuntungan itu yang kemudian bisa mengalir dalam bentuk layanan bank yang lain seperti kredit usaha dan lainnya.

BACA JUGA  Kenali Kecurangan Finansial Perusahaan Anda

Selain itu ada kewajiban zakat untuk emas yang mencapai nishab dan haul, ini juga bagian dari cara agama mendorong agar sebagian harta orang berpunya mengalir lebih luas.

Terakhir, produktifkan emas dengan menggadai/ menjualnya untuk kemudian diinvestasikan ke jenis investasi aktif lain seperti properti atau bisnis riil/ perdagangan. Karena nilainya terjaga, maka emas bisa menjadi penjaga aset pelaku bisnis sekaligus modal liquid yang bisa dicairkan kapan saja.

5.Agar memberikan nilai maksimal, apakah perlu emas digadaikan lalu uang gadainya dimanfaatkan untuk usaha produktif?

Jawab : Jika yang disebut nilai maksimal adalah mendapat kenaikan aset secara pasif, maka emas tak perlu diapa-apakan selain dijual ketika dibutuhkan. Jika tujuannya untuk usaha riil, maka menggadai emas adalah langkah tepat. Selain proses gadai bisa dilakukan cepat dan dilayani sangat luas oleh bank syariah dan pegadaian, emas juga bisa ditebus jika usaha kita mendapatkan keuntungan. Demikian seterusnya sehingga emas bisa membantu menjaga harta.

@endykurniawan – Trainer, coach dan penulis bidang Bisnis, Investasi dan Keuangan. Pendiri dan pemilik Salama Mitra Investa, pemegang brand @salma_dinar distributor emas logam mulia nasional

Tagged , , , , ,

Related Posts

Leave a Reply