SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Perjalanan Hidup Muchlis Sang Pemimpin Serdang

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Dua kali menjabat Lurah di Kelurahan Kwitang dan Serdang, ia adalah Muchlis, pria kelahiran Jogjakarta, 4 Februari 1961. Muchlis di besarkan dibilangan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jaksel. Ayahnya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemprov DKI Jakarta.

Cita-cita Muchlis ingin menjadi Dokter untuk mengabdi di bidang kesehatan. Namun Allah SWT berkehendak lain, malah Muchlis menjadi pamong diwilayah.

“Pekerjaan Dokter itu bisa membantu orang sakit dan menolong masyarakat yang tidak mampu”, ucapnya mengenang.

Alumni SMEA Cilandak Jakarta Selatan tahun 1981 ini aktif dalam berorganisasi seperti di Karang Taruna Kelurahan Gandaria Utara. Di sana Muchlis merupakan Ketua. Ia punya terobosan dalam hal mengatasi masalah sampah.

“Waktu ini saya membuat gerobak sampah Swadaya dari pengurus RT. Tukang penarik gerobak nya adalah teman-teman katar”, kata abang dari 1 adik perempuannya yang bekerja di perusahaan swasta.

Ia menambahkan, gebrakan tersebut merupakan ide waktu remaja untuk  lingkungan.

“Saya termasuk pelopor yang mengangkut sampah di Jalan H. Sajim RW 02. Sampah rumtang yang diambil dari rumah ke rumah warga selanjutnya dibuang ke empang milik tokoh masyarakat yang saat ini lokasi tersebut menjadi yayasan Pesatren Al Mukhlisin”, tukasnya.

Setelah lulus sekolah, Muchlis sempat bekerja di Pecenongan 29, Shoroom Mayapada pada tahun 1984 sampai 1986.

“Waktu itu gaji yang diterima hanya Rp 45 ribu. Saya ditempatkan sebagai kolektor bagian penagihan ke perusahaan-perusahaan”, katanya.

Alumni Setyapan, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara, Tanjung Barat, Jaksel  pada tahun 2002 itu tak menyangka bakal menjadi Pegawai Negeri Sipil. Pada tahun 1988, Muchlis mengikuti seleksi prajabatan CPNS. Oktober tahun 1989 ia diangkat menjadi PNS dan langsung ditugaskan sebagai staf Ekbang di Kelurahan Menteng. Tahun 1993 Muchlis dipromosi menduduki jabatan Kepala Seksi Kesmas di Kelurahan Menteng hingga tahun 1997.

BACA JUGA  Diego Michiels, Garuda Muda Dari Belanda

Satu tahun kemudian, di tahun 1998 sampai tahun 2002, Muchlis dipromosi kembali untuk menjabat Sekel Kebon Sirih hingga menjabat Wakil Lurah Kebon Sirih sampai tahun 2008.

Hingga akhirnya Muchlis dipercaya menjabat Lurah Kwitang sampai tahun 2010. Di tahun itu ia dipindah tugas untuk menempati jabatan yang sama yaitu Lurah Serdang hanya 2 tahun, 2010 sampai tahun 2012.

Di Serdang Muchlis mendapat berbagai prestasi juara diantaranya Juara I lomba Keluarga Sakinah tingkat Provinsi dan Nasional, lomba cerdas cermat PKK pada tahun 2011.

Di tahun 2012 sampai 2015 Muchlis dipindah tugas untuk menempati posisi jabatan Kasi Kesmas Kecamatan Menteng. Di bulan Mei sampai November tahun 2015, ia ditugaskan sebagai staf Kesmas di Kecamatan Sawah Besar dan saat ini Muchlis menempati jabatan Kasi Sarpras di Kelurahan Kampung Rawa.

“Jabatan adalah sebuah amanah. Dan amanah itu merupakan tempat untuk disyukuri dan dimanfaatkan untuk mengabdi kepada masyarakat”, ungkap ayah 2 orang putri dari istri bernama Ernawati.

Meski begitu, Muchlis tetap mengabdikan diri sampai pensiun dan menjalani kehidupan kesederhanaan.

“Ayah saya pernah berpesan kepada saya, jabatan adalah titipan. Artinya dengan amanah yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalani. Sebagai PNS, alhamdulillah, penghasilan yang didapat saat ini sandang dan pangan menjadi berkah”, ungkap Muchlis penggagas team Saber di Kampung Rawa. (Irvan Siagian)

Tagged

Related Posts

Leave a Reply

[yop_poll id="2"]