Keluarga Mas Farlina Limar Wangi Menerapkan Konsep Organisasi, Tiap Tahun Ada Raker Keluarga, Apakah Itu Cara Mendidik Anak? - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Keluarga Mas Farlina Limar Wangi Menerapkan Konsep Organisasi, Tiap Tahun Ada Raker Keluarga, Apakah Itu Cara Mendidik Anak?

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Gaes, mungkin kamu jarang mendengar kehidupan keluarga yang memiliki konsep seperti organisasi pada umumnya. Iya, seperti organisasi masyarakat. Setiap tahun ada rapat kerjanya. Kok bisa ya? Apa karena mereka berasal dari aktivis?

So, yuk kita simak sebuah keluarga yang setiap tahun mengadakan rapat kerja dalam membangun keluarganya. Mungkin saja ini model baru yang bisa dicontoh orang banyak dalam membangun keluarga sukses dan bahagia.

Namanya Mas Farlina Limar Wangi, ia menikah dengan Ahmad Marzuki. 17 tahun pernikahannya itu dikaruniai enam orang anak. Saat ini keluarga Mas Farlina atau yang biasa disapa Ellina tinggal di Daerah Serpong, Tangerang Selatan.

Untuk membangun keluarga yang sukses, Mas Farlina memiliki cara yang terbilang unik atau jarang dilakukan oleh kebanyakan keluarga di Indonesia. Setiap tahun, Mas Farlina, suami, beserta anak-anaknya mengadakan rapat kerja (raker) layaknya ormas. Tujuannya, untuk merencanakan cita-cita yang akan diraih dalam waktu satu tahun ke depan.

“Setiap tahun kami mengadakan Raker layaknya organisasi lain. Untuk apa? Raker tersebut dibuat untuk membuat jadwal serta pembagian tugas tiap anggota keluarga selama setahun. Jadi anak-anak sudah menyepakati aturan yang bahkan diusulkan oleh mereka sendiri. Saya dan suami tentunya memegang kendali monitoring dan evaluasinya,” ujar Mas Farlina kepada redaksi suarajakarta.co, Rabu (7/3/2018).

Begitulah Mas Farlina melibatkan anaknya sebagai bentuk pendidikan tanggung jawab sejak dini. Hal ini layak dicontoh oleh keluarga lainnya. Mas Farlina selalu menanamkan kekompakan dan kerja sama dalam keluarganya. Sehingga semua anggota keluarga merasakan kebersamaan dan tanggungjawab yang disepakati.

BACA JUGA  Perlukah Memaksakan Diri Untuk Ikhlas

“Kami saling membagi tugas satu sama lain, termasuk anak-anak. Kebetulan anak saya ada 6, jadi 3 anak terbesar kami berikan tanggungjawab untuk terlibat pengasuhan 3 anak terkecil. Memang tidak secara full sebab tanggung jawab utama ada di tangan saya dan suami selaku orang tua mereka. Hal tersebut kami lakukan untuk melatih mereka sejak dini agar bisa bertanggung jawab dan menguatkan bonding satu sama lain,” papar Mas Farlina yang saat ini aktif membina puluhan kelompok majlis taklim di Tangerang Selatan.

Leave a Reply