SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Surat Terbuka untuk Pak Jokowi dari Seorang Muslim

Presiden RI Jokowi (foto: ist/ jokowinomics.com)

Jakarta, 1 Nopember 2016

Kepada Yth.
Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia
Di Jakarta.

Hal : Surat Terbuka tentang Kepemimpinan Islami;

Assalamu’alaikum.wr.wb.
Semoga bapak Joko Widodo selaku seorang muslim yang mendapatkan amanah menjadi pemimpin rakyat yang sebagian besar muslim (85%), di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kekuatan oleh Allah SWT agar dapat membawa bangsa Indonesia ketingkat kesejahteraan kehidupan lahir dan bathin yang lebih baik.

Bapak Presiden yang saya hormati, perkenankan saya menyampaikan sesuatu yang sangat amat teramat pentingnya, terkait dengan kondisi faktual saat ini yang dialami bangsa ini. Khususnya kasus Penistaan agama dari seorang pejabat non muslim yang telah menciderai perasaan dan hati nurani umat muslim di seluruh wilayah Republik ini. Sebagai seorang presiden, bapak dengan seperangkat kekuasaan dan kewenangan yang tertinggi, harus membuat keputusan menyikapi persoalan ini, persoalan besar yang sangat menentukan nasib bangsa ini, maka saya persembahkan hal-hal berikut :

1. Kualitas kepemimpinan yang paling esensial adalah kemampuan merasakan dan menilai dengan benar segenap faktor yang terdapat dalam suatu situasi dan masalah yang sedang dihadapi. Kemudian mengambil keputusan berdasarkan tujuan, merancang strategi terbaik dalam pelaksanaan dan meyakinkan mereka yang terlibat skema solusi finalnya, menggerakan mereka agar mencapainya sepenuh hati.

2. Kepemimpinan harus merakyat dan memperlakukan semua orang sama dan sederajat, tak melebihkan yang satu dengan yang lainnya. Apalagi di mata hukum, tak seorangpun bahkan diri dan keluarganya tak bisa mengalahkan supremasi hukum;

3. Kepemimpinan yang mampu mewujudkan kehidupan yang damai ditengah masyarakat yang beragam corak etnis dan agamanya. Kepemimpinan yang menyadari bahwa persatuan yang tidak begitu dikehendaki tak akan langgeng, seperti halnya penguasa yang tak disukai rakyatnya tak akan berhasil.

BACA JUGA  Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai solusi peningkatan produksi Minyak di Indonesia

4. Kepemimpinan harus selalu berhati-hati agar tak menuntut hak istimewa bagi dirinya, pemimpin yang memandang dirinya sama seperti lainnya. Dalam hal ini Kami sangat mengakui kepemimpinan bapak yang sangat berkesuaian dengan kepemimpinan Nabi kita Muhammad SAW.

5. Pemimpin harus bisa mewujudkan tatanan soial yang melahirkan keadilan bagi semua, menanggapi jeritan korban kezaliman, baik muslim atau bukan, adalah sangat penting dan vital. Meluruskan orientasi kebijakannya kepada kesejahteraan rakyat lemah, bukan pada penindasan dan pemaksaan dari golongan yang kuat;

6. Pemimpin harus selalu bertujuan untuk kesatuan dan persatuan. Bila timbul perselisihan antara dua golongan, pemimpin harus menyelesaikannya secara adil.

7. Pemimpin harus memandang setiap orang bertanggungjawab atas perbuataannya dan menyerahkan penilaian niat kepada Allah SWT. Namun jika pemimpin mulai mencurigai rakyat, atau mendorong mereka untuk saling curiga, maka kerusakan akan tersebar di negara ini dan membawa negara dalam kehancuran.

8. Mengenal lebih jauh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, nabi panutan kita sebagai muslim. Beliau berkata “Allah tidak mengutusku untuk menjadi pemimpin fanatik, melainkan menjadi pendidik dan pembimbing untuk memudahkan kehidupan bagi manusia. Itulah nilai-nilai yang berkaitan dengan etika internal sosial islam.

9. Keadilan adalah cita-cita sosial setiap Muslim. Kemarahan atas pelanggaran keadilan yang timbul dalam diri kaum muslim dan semangat untuk membela dan menjaganya tak mengenal batas di hati yang teguh kepada islam.

10. Dalam islam setiap Muslim dibekali pemahaman bahwa kepemimpinan yang tidak adil sekalipun, lebih baik ketimbang kekacauan dan ketidakteraturan, situasi dimana dan siapapun dapat berlaku sewenang-wenang. Pemerintah yang tidak adil namun bisa menjaga keteraturan yang diperlukan masyarakat lebih baik dari ketiadaan keteraturan. Namun dengan satu catatan pemerintahannya tidak bertentangan dengan hukum Allah. Bila negara lepas dari hukum Allah, maka kepatuhan tidak diperlukan lagi.

BACA JUGA  Tanggapan Atas Kenaikan PBB-P2 dan PKB DKI Jakarta

Semoga dengan sepuluh point di atas, yang mungkin bapak telah memahami, jika begitu saya mohon maaf karenanya, namun paling tidak surat terbuka melalui sosial media ini bisa sampai ke bapak dan sekaligus bisa memberikan semangat dan kekuatan baru kepada Pak Joko Widodo, untuk melepaskan semua belenggu kekuatan-kekuatan lain diluar kekuatan hati nurani bapak sendiri sebagai seorang muslim. Semoga pak Joko Widodo juga mampu melepaskan diri dari tekanan apapun bentuknya dan dari siapapun, segera mengambil tanggungjawab ini, sebab tanggungjawab terbesar ada ditangan bapak sendiri, tidak hanya di dunia ini, namun kelak di peradilan akhirat nanti. Sendiri tak bisa berbagi tentang tanggungjawab itu, begitu juga orang-orang disekeliling bapak masing-masing akan mempertaggungjawab kan sendiri-sendiri apa yang telah diperbuatnya.

Wassallamualaikum.wr.wb.

Sudhar indopa/seorang muslim

Tagged ,

Related Posts

Leave a Reply