LGBT, Penyakit Atau Kodrat Alamiah? - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

LGBT, Penyakit Atau Kodrat Alamiah?

Kampanye mendukung LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (18/5). (Foto: Fajrul Islam)

Kampanye mendukung LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (18/5). (Foto: Fajrul Islam)

Maraknya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Indonesia menjadikan salah satu berita yang paling banyak dimuat di media-media, baik online, cetak, maupun televisi. LGBT yang saat ini sudah dilegalkan oleh beberapa negara barat, ternyata menjadi sebuah semangat dan motivasi besar bagi kaum atau komunitas-komunitas kecil yang selama ini ada di Indonesia untuk menuntut pemerintah agar pernikahan sesama jenis dan keberadaan mereka diakui oleh undang-undang. Pro dan kontra pun tidak dapat dihindarkan. Banyak kalangan yang menolak keberadaannya dengan berbagai alasan, baik menurut pandangan hukum agama, kesehatan maupun HAM. Selain penolakkan yang dilakukan sebagian besar masyarakat juga ternyata banyak juga yang pro dan membela dengan alasan berlindung pada hak asasi manusia.

Baru-baru ini banyak sekali para ilmuan dan tokoh yang menentang keberadaan mereka di Indonesia. alasannya beragam, misalnya menurut kesehatan bahwa orang yang terjangkit virus LGBT maka dipastikan akan mudah terkena virus HIV AIDS. Begitupun menurut para tokoh agama bahawa perbuatan homoseks merupakan sebuah penyimpangan yang dilarang oleh agama. Kasus LGBT ini bukanlah kasus yang pertama kali muncul di dunia, bahkan kasus ini telah terjadi ketika beribu-ribu tahun yang lalu dimana telah dicontohkan oleh kaum Sodom (kaum Nabi Luth). Ketika itu, kaum sodom telah diazab oleh Allah SWT dengan dihujani batu yang sangat panas dan ditenggelamkan ke dalam bumi yang selamanya musnah.

BACA JUGA  YISC-Al Azhar dan ITJ Gelar Diskusi Nikah Beda Agama

Hari ini banyak sekali orang-orang yang membela para pelaku LGBT dengan dalih hal tersebut merupakan hak asasi manusia yang harus dihargai. Selain itu, mereka juga telah mengadu kepada pemerintah bahwa para pelaku LGBT telah banyak menerima perlakuan buruk dari orang-orang anti LGBT dan terus mendesak pemerintah agar mengesahkan undang-undang pernikahan sejenis. Inilah yang dikhawatirkan oleh kita sebagai manusia yang beradab dan beriman, karena jika pernikahan sejenis disahkan di Indonesia, maka dipastikan generasi negara ini akan hancur karena tidak ada lagi keturunan yang dapat dihasilkan.

Apabila kita menggali sejarah asal muasal LGBT dari sumber yang benar, maka sebenarnya perbuatan LGBT itu bukanlah sebuah kodrat alamiah yang Allah berikan kepada manusia melainkan sebuah penyakit yang disebarkan dan dicontohkan oleh iblis yang iri terhadap kaum sodom yang selalu bergotong royong dalam kebaikan. Kaum sodom telah ditipu oleh iblis dengan budaya baru, yakni perbuatan sodomi yang dilakukan oleh sesama laki-laki. Namun, sayangnya kaum sodom pun merasa nyaman dengan budaya tersebut sehingga membuat Nabi Luth berdoa untuk meminta diazabkan kepada kaumnya tersebut dan Allah langsung mengazab mereka hingga mereka binasa.

Kemudian apa sebenarnya yang menjadi permasalahan antara kaum LGBT dengan orang-orang anti LGBT? Setelah beberapa waktu lalu diadakannya dialog terbuka antara kaum LGBT beserta aktivis LGBT dengan para tokoh-tokoh terkemuka, maka permasalahannya terletak pada propaganda yang telah dilakukan oleh kaum LGBT. Propaganda tersebut telah mengganggu dan meresahkan masyarakat, terlebih untuk menjaga generasi muda agar tidak termasuk dan terjerumus kepada perlakuan penyimpangan tersebut.

Setelah adanya dialog terbuka tersebut diharapkan kaum LGBT tidak lagi gencar melakukan propaganda kepada khalayak umum bahwa LGBT itu merupakan hal yang wajar dan qodrat alamiah. Selain itu, masyarakat akan menerima mereka dengan syarat mereka ingin disembuhkan dan masyarakat akan membantu mereka dengan cara apapun demi mengembalikan mereka kepada jalan yang benar.

BACA JUGA  Kartini Dan Masa Depan Perempuan Indonesia

Penulis: Aang Sanjaya, Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran

Tagged , , , , , , ,

Related Posts

Leave a Reply