Keluarga sebagai Antivirus Radikalisme - SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Keluarga sebagai Antivirus Radikalisme

Ilustrasi. (Foto: Antaranews)

Semakin maraknya paham radikal di tengah-tengah masyarakat, perlu mendapatkan perhatian serius dari semua kalangan, baik itu dari kalangan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah dan secara khusus para anggota keluarga khususnya orang tua.

Dalam mencegah terorisme, keluarga merupakan media terdekat sekaligus perangkat paling lunak. Dikatakan media terdekat karena keluarga sesungguhnya dapat mengetahui potensi radikal yang ada di dalam diri anak. Sedangkan dikatakan paling lunak karena keluarga pada dasarnya memiliki tradisi yang khas dan berbeda satu sama lain. Melalui tradisi yang khas tersebut, keluarga dapat lebih dini menangkal upaya penyusupan paham terorisme.

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga keluarga, dalam hal ini orang tua, berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga. Sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga.

Selain itu, mengapa peran keluarga dalam upaya menangkal radikalisme sangatlah penting. Hal ini dikarenakan dalam keluarga khususnya orang tua sangat berperan dalam pembentukan kepribadian yang baik untuk anaknya. Merekalah orang yang pertama yang memberikan nilai-nilai dan norma yang baik serta dasar bagi pergaulan hidup yang benar sebelum terjun ke masyarakat.

Namun sayangnya, selama ini peran keluarga sering terlupakan oleh negara dalam mencermati persoalan-persoalan kebangsaan maupun masalah radikalisme. Padahal banyak kasus anak muda yang terjerumus pada paham-paham radikal yang dimana hal tersebut salah satunya disebabkan oleh kurang perhatian yang didapat dari keluarga.

BACA JUGA  Publikasi Acara Talkshow "Agar Ngampus Tak Sekadar Status"

Akibat kurang perhatian dari keluarga, seorang anak pun mencari jati dirinya di luar. Anak akan mencari tempat yang dapat menerima dan membesarkan hatinya. Paham radikal pandai memanfaatkan hal tersebut sebagai daya tarik dengan cara memberikan pengalaman yang membuat anak tergugah dan merasa diperhatikan. Akibatnya, anak pun dapat dengan mudah dipengaruhi oleh pengaruh radikal karena memang rayuan utamanya adalah dengan cara membesarkan hati sekaligus memberi janji perbaikan hidup.

Selanjutnya agar peran keluarga dapat lebih optimal dalam menangkal radkalisme, keluarga khususnya orangtua perlu dibekali pengetahuan dan diberi materi mengenai kebangsaan, sebab selama ini seakan-akan peran keluarga terlupakan dan anak dibiarkan tanpa pendamping. Pendidikan anak hanya diserahkan ke sekolah tanpa pengawasan orangtua. Dengan memberi fokus pada orangtua diharapkan perlahan-lahan bisa mencegah tumbuhnya radikalisme sejak dini.

Dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang nasionalisme dalam keluarga, diharapkan perlahan-lahan dapat mencegah tumbuhnya radikalisme.

Penulis: Teguh Tresna Puja Asmara, Mahasiswa Universitas Padjajaran

Tagged , ,

Related Posts

Leave a Reply