Suara Jakarta

Jakarta untuk Semua?

Ardy Purnawan Sani | SuaraJakarta.co

Warga Kota – 1 (foto : SuaraJakarta.com/@BroArdy)

“Tengoklah keberadaan mereka pada setiap perempatan jalan protokol ibukota”

Warga Kota – 2 (foto : SuaraJakarta.com/@BroArdy)

“Ketika pembatas jalan menjadi arena bermain si-kecil…”

Warga Kota – 3 (foto : SuaraJakarta.com/@BroArdy)

“Ketika gedung pencakar langit, mal dan superblok berlomba memenuhi setiap jengkal ruang terbuka kota kita, apakah ada yang tersisa..?”

Warga Kota – 4 (foto : SuaraJakarta.com/@BroArdy)

“Kadang memintapun melelahkan…”

Comments

comments

Tagged ,

Sharing is caring

PinIt

6 thoughts on “Jakarta untuk Semua?

  1. rocker

    planner DKI ada di bappeda dan bagian program di setiap SKPD..yang sering disebut posisi planner bappeda sebagai tukang pola yang menjahit progam SKPD..konsep ini sudah jenuh untuk DKI, seharusnya para planner bappeda bersifat menjaga equilibirium berdasarkan dayadukung dan dayatampung..jadi perencanaan dinamis mengapresiasi program SKPD tapi tetap dalam kesetaraan/kenyamanan ekosistem.

  2. BroArdy

    @rocker : Salam kenal bro/sist :)
    btw thanks atas tanggapannya… bisa jelaskan lebih jauh maksud dari >>> “seharusnya para planner bappeda bersifat menjaga equilibirium berdasarkan dayadukung dan dayatampung”

    thanks again…

  3. kmphlynx

    dilema, Mas Ardy…
    di satu sisi, kita melihat mereka sebagai peminta-minta yang bisa dikatakan sebagai orang tidak mampu (atau kamuflase dari sikap malas?)tapi di sisi lainnya, wow…. mengejutkan…!
    bila setiap meminta-minta @Rp500,- dan dalam sehari(an) di “la-mer” bisa dapat sekitar 300 orang penderma, maka total perolehan perhari sekitar Rp150.000,-. yang artinya dalam waktu sebulan mereka bisa punya (katakanlah) pendapatan 4,5jt rupiah…
    tidak mengherankan bila sedang tugas rutin ke ITC Cempaka Mas, bisa kita dapati anak-anak jalanan tersebut “jajan” di resto cepat saji… dan ketika pulang, terlihat mereka sedang asik menyantap nasi padang bungkus….(ada yang pakai ayam goreng, ada juga yang pakai rendang). wah santapan yang wah kalau buat saya…

    maap kalau OOT… :mrgreen:

  4. BroArdy

    @kmphlynx : Iya mas, saya juga pernah lihat mereka seperti itu… Tapi jika ada pertanyaan seperti dibawah ini, jawabannya seperti apa ya?

    1. Apakah mereka bisa diterima bekerja sbg pegawai kantoran?
    2. Apa keahlian mereka?
    3. Lalu jenis pekerjaan apa yang bisa mereka lakukan?

    Saya juga bingung jawabnya, mungkin sampeyan bisa bantu mas?
    :D

  5. SUARA RAKYAT

    lihat dong blog saya SUARA RAKYAT . bukan tentang Jakarta saja. Tapi tentang PERISTIWA PENGHANCURAN BIROKRASI sebuah negeri. surogendeng.blogspot.com

  6. Wisnu Sudiro

    masalah jakarta bukan hanya tanggungjawab pemda dki, tapi juga pemerintah pusat yang bertanggung jawab atas pemerataan pembangunan. Bahkan pemerintah daerah pun ada tanggung jawabnya, karena mungkin kurang mampu menajdikan daerahnya berkembang (lagi-lagi ada kontribusi pemerintah pusat),
    CMIIW

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>